Menjelajahi Dunia Sel
Mikroskopi dan Struktur Organel
Modul ini dibagi menjadi 3 bagian untuk memandu pemahaman Anda secara bertahap. Di bagian akhir, Anda akan menemukan rangkuman materi kunci dan tabel referensi yang lengkap.
Tim Fondasi
Fokus pada konsep kunci & kalkulasi dasar.
Tim Koneksi
Fokus pada penerapan kaidah & hubungan antar-organel.
Tim Ahli
Fokus pada analisis kritis & sintesis konsep.
Bagian 1: REMEDIAL (Tim Fondasi)
Fokus: Membangun kembali konsep dasar yang paling sering keliru.
Topik 1.1: 🔬 Membedah Kalkulasi Mikrometer
Ini adalah topik yang paling banyak membuat bingung, padahal sebenarnya sangat logis seperti matematika sederhana. Mari kita bedah pelan-pelan.
Kata Kunci
- Mikrometer Objektif (SM/SOB): Ini adalah "penggaris asli" yang sangat kecil, diletakkan di atas meja mikroskop. Nilainya tetap (misal 1 skala = 0,01 mm atau 10 µm).
- Mikrometer Okuler (EPG/SO): Ini adalah "penggaris buatan" yang kamu lihat di lensa mata (okuler). Nilainya berubah-ubah tergantung pembesaran.
- Kalibrasi: Proses "mencocokkan" atau mencari tahu nilai si penggaris buatan (EPG) dengan cara menyejajarkannya dengan penggaris asli (SM).
Analogi: Skala Google Maps
Pikirkan Mikrometer Okuler (EPG) sebagai penggaris di layar HP-mu. Kamu tidak tahu 1 cm di layar HP itu berapa kilometer di dunia nyata.
Pikirkan Mikrometer Objektif (SM) sebagai skala peta yang muncul di pojok (misal: |---| 1 km).
Kalibrasi adalah saat kamu membandingkan penggaris HP-mu dengan skala peta itu. Kamu melihat, "Oh, ternyata 1 cm di HP-ku = 1 km di dunia nyata."
Setelah dikalibrasi, kamu bisa mematikan skala peta (SM) dan menggunakan penggaris HP-mu (EPG) untuk mengukur jarak kota A ke B.
Konteks Dunia Nyata
Seorang ilmuwan forensik harus mengukur diameter serbuk sari yang ditemukan di baju korban untuk dicocokkan dengan TKP. Dia harus mengkalibrasi mikroskopnya dulu menggunakan SM, agar ukuran yang didapat (misal 35 µm) akurat dan bisa menjadi bukti di pengadilan.
Contoh Bedah Soal Q7:
Data: 1 SM = 1,0 mm (dibagi 100). 50 EPG sejajar dengan 10 SM.
Tugas: Cari Nilai 1 EPG, Total Panjang SM, dan Ukuran Sel (3,5 EPG).
Cari Nilai 1 SM dulu (Nilai Penggaris Asli):
1 SM = 1,0 mm / 100 = 0,01 mm.
Kita ubah ke mikrometer (µm) agar mudah: 0,01 mm x 1.000 = 10 µm.
Jadi, 1 kotak di penggaris asli (SM) = 10 µm.
Hitung Total Panjang SM (yang sejajar):
Soal bilang 10 SM sejajar.
Total Panjang = 10 SM x 10 µm/SM = 100 µm.
(Ini adalah jawaban untuk pertanyaan "Total length on the stage micrometer")
Hitung Nilai 1 EPG (Kalibrasi):
Kita tahu dari Langkah 2 bahwa 50 EPG = 100 µm.
Maka, 1 EPG = 100 µm / 50 EPG = 2 µm.
(Ini adalah jawaban untuk pertanyaan "The calibrated value of one EPG division")
Hitung Ukuran Asli Sel:
Soal bilang selnya berukuran 3,5 EPG.
Ukuran Asli = 3,5 EPG x 2 µm/EPG = 7 µm.
(Ini adalah jawaban untuk pertanyaan "Actual diameter of an erythrocyte")
Kuis Interaktif 1.1: Cek Kalibrasi
1. Dalam analogi Google Maps, Mikrometer Okuler (EPG) adalah...
2. Seorang siswa melakukan kalibrasi. 1 SM = 10 µm. Dia melihat 30 EPG sejajar dengan 9 SM. Berapa nilai 1 EPG?
Lihat Pembahasan
1. Kunci Jawaban: b (Penggaris di layar HP kita). EPG adalah penggaris "buatan" di lensa mata yang nilainya tidak kita ketahui, sama seperti penggaris di layar HP.
2. Kunci Jawaban: b (3 µm).
- Total Panjang Asli = 9 SM x 10 µm/SM = 90 µm.
- Panjang ini setara dengan 30 EPG.
- Maka, 1 EPG = 90 µm / 30 EPG = 3 µm.
Topik 1.2: 🏭 Alur Kerja Pabrik Sel
Banyak yang tertukar antara RER dan Golgi. Organel tidak bekerja sendiri, mereka adalah tim dalam sebuah alur kerja.
[Image of cell organelles workflow RER Golgi Mitochondria]Kata Kunci
- RER (Retikulum Endoplasma Kasar): Jaringan membran yang ditempeli ribosom.
- Aparatus Golgi: Tumpukan kantong membran pipih (sisterna).
- Mitokondria: Organel berbentuk oval dengan lipatan-lipatan di bagian dalam (krista).
Analogi: Pabrik dan Jasa Pengiriman
Bayangkan sebuah pabrik yang membuat mainan (protein) untuk diekspor.
- RER (Pabrik Perakitan): Ribosom di RER adalah para pekerjanya. Mereka membuat mainan mentah (protein).
- Aparatus Golgi (Departemen Pengecatan & Pengiriman): Mainan mentah tadi dikirim ke Golgi. Di sini, mainan itu dimodifikasi (dicat, ditambah aksesori), disortir, dan dikemas ke dalam boks (vesikel) untuk dikirim ke luar sel.
- Mitokondria (Pembangkit Listrik): Ini adalah pembangkit listrik yang memasok ATP (energi) untuk menjalankan RER dan Golgi.
Konteks Dunia Nyata
Sel Pankreas adalah pabrik super sibuk yang memproduksi insulin (sebuah protein) untuk diekspor ke darah. Oleh karena itu, sel pankreas penuh dengan RER (untuk membuat) dan Golgi (untuk mengemas).
Kuis Interaktif 1.2: Siapa Bertugas Apa?
Jodohkan organel dengan fungsi utamanya di sel hati (Soal Q15).
Lihat Pembahasan
1. Menghasilkan ATP → (C) Mitokondria. Mitokondria adalah "pembangkit listrik" sel.
2. Sintesis protein ekspor → (B) RER. RER (ditempeli ribosom) adalah tempat perakitan protein yang akan dikirim ke luar.
3. Modifikasi & pengemasan → (A) Aparatus Golgi. Golgi adalah "jasa pengiriman" yang mengemas protein untuk ekspor.
Kunci Jawaban: 1-C, 2-B, 3-A
Bagian 2: PENGUATAN (Tim Koneksi)
Fokus: Meluruskan miskonsepsi dan menghubungkan konsep yang tumpang tindih.
Topik 2.1: 🎨 Kaidah Gambar Biologis
Kamu mungkin bertanya, "Kenapa gambar biologis harus kaku dan tidak boleh diarsir?"
Kata Kunci
- Arsiran (Shading): Penggunaan pensil untuk membuat gradasi gelap-terang untuk menunjukkan volume atau bayangan (seperti dalam lukisan). Ini DILARANG.
- Stippling: Penggunaan titik-titik (dots) untuk menunjukkan area yang memang padat atau gelap secara biologis (misalnya granula). Ini DIPERBOLEHKAN.
Analogi: Arsitek vs. Pelukis
Gambar biologis adalah Gambar Teknik seorang Arsitek, bukan Lukisan Pemandangan.
- Pelukis menggunakan arsiran untuk keindahan, interpretasi artistik, dan menunjukkan bayangan.
- Arsitek (Ilmuwan Biologi) menggunakan garis tunggal yang jelas, label lurus, dan skala. Tujuannya adalah objektivitas dan data. Jika kamu mengarsir, ilmuwan lain tidak tahu: "Apakah ini bayangan? Apakah ini granula padat? Atau ini hanya interpretasi artistik?".
Konteks Dunia Nyata
Saat seorang ilmuwan menemukan sel baru, gambarnya di jurnal ilmiah harus bisa direplikasi oleh ilmuwan lain di seluruh dunia. Kaidah ini (garis tunggal, tanpa arsiran, label lurus, ada skala) memastikan semua ilmuwan "berbicara" dalam bahasa visual yang sama.
Kuis Interaktif 2.1: Benar atau Salah?
| Pernyataan | Benar (B) | Salah (S) |
|---|---|---|
| 1. Arsiran gelap-terang (shading) boleh digunakan untuk menggambar sitoplasma sel epitel pipi agar terlihat 3D. | ||
| 2. Garis label untuk gambar biologis harus lurus (pakai penggaris) dan tidak boleh bersilangan. | ||
| 3. Stippling (titik-titik) adalah nama lain dari arsiran. | ||
| 4. Kaidah "garis tunggal tak terputus" hanya berlaku untuk sel mati seperti gabus, tidak untuk sel hidup. |
Lihat Pembahasan
1. Salah (S): Arsiran (shading) dilarang dalam gambar biologis karena bersifat interpretatif, bukan data objektif.
2. Benar (B): Garis label harus lurus, horizontal, dan tidak bersilangan untuk menjaga kejelasan.
3. Salah (S): Stippling (titik-titik) digunakan untuk menunjukkan area padat seperti granula, sedangkan arsiran (gradasi) dilarang.
4. Salah (S): Kaidah garis tunggal berlaku untuk SEMUA gambar biologis (sel hidup maupun mati) untuk menunjukkan batas struktur dengan jelas.
Topik 2.2: 🗂️ Taksonomi Fitur Sel
Kesalahan umum adalah mengira Ribosom 80S itu khas tumbuhan. Mari kita luruskan.
[Image of eukaryotic cell diagram]Kata Kunci
- Eukariota: Sel yang memiliki nukleus sejati (termasuk Hewan, Tumbuhan, Fungi, Protista).
- Ribosom 80S: Mesin pembuat protein di sitoplasma semua sel eukariota.
- Vakuola Sentral: Kantong air raksasa yang dibungkus Tonoplas, khas sel tumbuhan dewasa.
- Sentriol: Struktur untuk pembelahan sel, khas sel hewan.
Analogi: Fitur Kendaraan
Mengatakan "Ribosom 80S" khas tumbuhan itu seperti mengatakan "Punya Roda" adalah fitur khas "Truk". Padahal, "Punya Roda" adalah fitur "Kendaraan Darat" (Eukariota). Mobil (Sel Hewan) juga punya.
- Fitur khas Truk (Sel Tumbuhan) adalah "Bak Terbuka" (Vakuola Sentral).
- Fitur khas Mobil (Sel Hewan) adalah "Bagasi Sedan" (mungkin Sentriol).
- Fitur bersama (Eukariota) adalah "Punya Roda" (Ribosom 80S) dan "Punya Mesin" (Mitokondria).
Kuis Interaktif 2.2: Klasifikasi Cepat
Klasifikasikan fitur berikut (Khas Tumbuhan, Khas Hewan, atau Keduanya)?
1. Aparatus Golgi
2. Sentriol
3. Dinding Sel Selulosa
4. Ribosom 80S
Lihat Pembahasan
1. Aparatus Golgi → Keduanya. Semua sel eukariota (hewan dan tumbuhan) memiliki Golgi untuk memproses dan mengemas molekul.
2. Sentriol → Khas Hewan. Sentriol berperan dalam pembelahan sel hewan.
3. Dinding Sel Selulosa → Khas Tumbuhan. Memberikan bentuk kaku pada sel tumbuhan.
4. Ribosom 80S → Keduanya. Semua eukariota (hewan dan tumbuhan) menggunakan ribosom 80S di sitoplasmanya.
Bagian 3: PENGAYAAN (Tim Ahli)
Fokus: Menerapkan konsep dalam skenario baru dan melakukan sintesis tingkat tinggi.
Topik 3.1: 🧬 Teori Endosimbiosis & Antibiotik
Ini menghubungkan evolusi dengan kedokteran modern.
[Image of endosymbiotic theory diagram]Kata Kunci
- Teori Endosimbiosis: Teori yang menyatakan bahwa Mitokondria (dan Kloroplas) dulunya adalah bakteri (prokariota) yang hidup bebas. Miliaran tahun lalu, mereka "ditelan" oleh sel eukariota purba dan hidup bersimbiosis di dalamnya.
- Ribosom 70S: Tipe ribosom yang lebih kecil. Ditemukan pada Prokariota (bakteri) DAN... Mitokondria! (Ini adalah bukti kuat Teori Endosimbiosis).
- Ribosom 80S: Tipe ribosom yang lebih besar, ditemukan di sitoplasma sel Eukariota (misal di RER).
Konteks Dunia Nyata (Pengembangan Obat)
Stimulus soal adalah masalah nyata di dunia kedokteran.
- Ilmuwan merancang antibiotik (seperti Tetracycline) untuk membunuh bakteri dengan menargetkan Ribosom 70S mereka.
- Karena sel Eukariota (manusia) menggunakan Ribosom 80S di sitoplasmanya, kita aman. Antibiotik tidak akan menghentikan RER kita membuat protein.
- MASALAHNYA: Mitokondria kita (warisan dari nenek moyang bakterinya) juga punya Ribosom 70S.
- Oleh karena itu, antibiotik ini bisa menimbulkan efek samping dengan "secara tidak sengaja" merusak mitokondria kita, terutama di sel-sel yang butuh banyak energi.
Kuis Interaktif 3.1: Analisis Kritis
1. Mengapa antibiotik Tetracycline (yang menyerang 70S) tidak akan menghentikan RER di sel hati kita dalam membuat protein?
2. Sel manusia apa (misal: sel kulit, sel saraf, sel otot) yang akan paling menderita oleh efek samping antibiotik ini, dan mengapa?
Lihat Pembahasan
1. Kunci Jawaban: Karena RER di sel hati (eukariota) menggunakan ribosom 80S, yang bentuknya berbeda dan tidak menjadi target antibiotik.
2. Kunci Jawaban: Sel Saraf dan Sel Otot. Mereka membutuhkan energi (ATP) dalam jumlah sangat besar, sehingga memiliki ribuan mitokondria. Kerusakan pada mitokondria (yang memiliki 70S) ini akan paling terasa dampaknya di sel-sel tersebut.
Topik 3.2: 🦠 Metabolisme Prokariota
Kamu sudah paham bahwa prokariota tidak punya organel bermembran. Tapi bagaimana mereka menghasilkan ATP untuk hidup?
[Image of prokaryotic cell metabolism diagram]Kata Kunci
- Glikolisis: Proses pemecahan glukosa (gula) menjadi molekul lebih kecil. Ini adalah langkah pertama respirasi dan terjadi di sitoplasma. Ini universal, semua sel (prokariota & eukariota) melakukannya.
- Transpor Elektron (Prokariota): Pada eukariota, ini terjadi di membran dalam Mitokondria. Karena prokariota tidak punya mitokondria, mereka melakukan proses ini di lipatan membran sel mereka.
Analogi: Rumah vs. Tenda Kemping
- Sel Eukariota adalah "Rumah Mewah". Ia punya ruang khusus di ruang bawah tanah (Mitokondria) hanya untuk menghasilkan energi (transpor elektron).
- Sel Prokariota adalah "Tenda Kemping Super Efisien". Ia tidak punya ruang khusus. Ia menempelkan panel surya-nya (enzim transpor elektron) langsung di dinding tenda (membran sel) untuk menghasilkan energi.
Kuis Interaktif 3.2: Studi Kasus Lactobacillus
Bakteri Lactobacillus (prokariota) perlu melakukan dua hal untuk hidup:
- Memecah glukosa (Glikolisis).
- Membuat protein untuk enzimnya (Sintesis Protein).
Di manakah lokasi kedua proses ini terjadi di dalam sel bakteri?
Lihat Pembahasan
Kunci Jawaban: b (Keduanya terjadi di sitoplasma).
Glikolisis (proses 1) adalah reaksi kimia yang terjadi di sitosol (cairan sitoplasma). Sintesis Protein (proses 2) terjadi di Ribosom 70S, yang juga melayang bebas di sitoplasma bakteri.
Rangkuman Materi Kunci & Tabel Referensi
Bagian ini berfungsi sebagai ringkasan padat dari semua konsep inti yang telah kita bahas. Gunakan ini sebagai referensi cepat untuk organel, perbandingan antar sel, dan keterampilan praktis.
Tabel 1: Daftar Organel Sel dan Fungsinya
Tabel ini mencakup organel dan struktur dari sel Prokariota dan Eukariota (Hewan & Tumbuhan).
| Nama Struktur/Organel | Tipe Sel (Umumnya) | Struktur / Ciri-Ciri Kunci | Fungsi Utama |
|---|---|---|---|
| Membran Sel (Plasma) | Semua Sel | Lapisan ganda fosfolipid (bilayer), bersifat semi/parsial permeabel. | Mengontrol pertukaran zat antara sel dan lingkungan. |
| Sitoplasma | Semua Sel | Material hidup di dalam sel, di luar nukleus (pada eukariota). | Tempat terjadinya reaksi metabolisme. |
| Nukleus | Eukariota | Organel besar, berisi DNA (kromatin). | Mengontrol aktivitas sel dan menyimpan materi genetik. |
| Nukleolus | Eukariota | Struktur padat di dalam nukleus, terbuat dari DNA & protein. | Membuat ribosom. |
| Selubung & Pori Nukleus | Eukariota | Dua membran yang mengelilingi nukleus, memiliki pori-pori. | Mengontrol pertukaran zat (cth: mRNA, ribosom) antara nukleus dan sitoplasma. |
| Mitokondria | Eukariota | Dikelilingi dua membran (amplop), membran dalam berlipat (krista). | Tempat respirasi aerobik untuk menghasilkan ATP. |
| Ribosom (80S) | Eukariota | Terdiri dari rRNA dan protein, dua subunit. Lebih besar dari 70S. | Sintesis protein di sitoplasma. |
| Ribosom (70S) | Prokariota, Mitokondria, Kloroplas | Terdiri dari rRNA dan protein. Lebih kecil dari 80S. | Sintesis protein. |
| Retikulum Endoplasma (RE) Kasar | Eukariota | Jaringan kantong pipih (sisterna), ditempeli ribosom. | Sintesis dan transpor protein (terutama untuk ekspor). |
| Retikulum Endoplasma (RE) Halus | Eukariota | Jaringan tubulus, tidak memiliki ribosom. | Membuat lipid dan steroid, detoksifikasi. |
| Aparatus Golgi | Eukariota | Tumpukan kantong pipih (sisterna) yang tidak terhubung. | Memodifikasi, menyortir, dan mengemas molekul (cth: protein) untuk sekresi. |
| Lisosom | Eukariota (Umumnya Hewan) | Kantong membran tunggal berisi enzim pencernaan (hidrolase). | Mencerna organel tua atau zat asing (cth: bakteri). |
| Dinding Sel (Tumbuhan) | Tumbuhan, Fungi | Di luar membran sel. Terbuat dari selulosa (pada tumbuhan). | Memberi bentuk, dukungan mekanis, dan mencegah sel pecah. |
| Dinding Sel (Bakteri) | Prokariota | Di luar membran sel. Terbuat dari peptidoglikan (murein). | Melindungi dan mencegah sel pecah (lisis osmotik). |
| Vakuola Sentral | Tumbuhan (Dewasa) | Kantong besar berisi cairan (getah sel), dibungkus Tonoplas. | Penyimpanan air, nutrisi, limbah; dan menjaga tekanan turgor. |
| Kloroplas | Tumbuhan (Fotosintetik) | Dikelilingi dua membran (amplop). Berisi grana (tumpukan tilakoid) dan klorofil. | Tempat fotosintesis. |
| Sentriol / Sentrosom | Hewan | Terdiri dari 9 set triplet mikrotubulus. Ditemukan di dekat nukleus. | Sebagai Pusat Pengorganisasian Mikrotubulus (MTOC), membentuk spindel saat pembelahan sel. |
| Plasmodesmata | Tumbuhan | Saluran sitoplasma yang menembus dinding sel tetangga. | Jalur transportasi (simplas) dan komunikasi antar sel tumbuhan. |
| Flagela (Bakteri) | Prokariota (Beberapa) | Struktur kaku sederhana terbuat dari protein, berotasi seperti baling-baling. | Lokomosi (pergerakan). |
| DNA Sirkuler (Nukleoid) | Prokariota | Materi genetik utama, tidak dibungkus membran, berada di area sitoplasma. | Menyimpan materi genetik. |
| Plasmid | Prokariota (Beberapa) | DNA sirkuler kecil, terpisah dari DNA utama. | Membawa gen tambahan (cth: resistensi antibiotik). |
Tabel 2: Perbandingan Prokariota vs Eukariota
| Fitur | Prokariota | Eukariota |
|---|---|---|
| Ukuran Rata-rata | Jauh lebih kecil (diameter 1–5 µm). | Jauh lebih besar (diameter hingga 40 µm). |
| Nukleus (Inti Sel) | Tidak ada. Materi genetik ada di nukleoid. | Ada. Dikelilingi selubung nukleus. |
| Materi Genetik (DNA) | Sirkuler, "telanjang" (tidak terikat histon). | Linear, terikat protein histon membentuk kromatin/kromosom. |
| Organel Bermembran | Tidak ada (cth: tidak ada mitokondria, RE, Golgi). | Ada (cth: mitokondria, RE, Golgi, lisosom). |
| Ribosom | Tipe 70S (lebih kecil). | Tipe 80S (lebih besar) di sitoplasma dan RER. (Juga ada 70S di dalam mitokondria/kloroplas) |
| Dinding Sel | Ada (hampir selalu), mengandung peptidoglikan (murein). | Ada pada Tumbuhan (selulosa) & Fungi (kitin). Tidak ada pada Hewan. |
| Contoh | Bakteri (cth: E. coli, Vibrio cholerae). | Hewan, Tumbuhan, Fungi, Protista (cth: Amoeba). |
Tabel 3: Perbandingan Virus vs Sel Hidup (Bakteri & Eukariota)
| Fitur | Virus | Sel Hidup (Prokariota/Eukariota) |
|---|---|---|
| Struktur | Partikel non-seluler. Terdiri dari materi genetik (DNA atau RNA) dibungkus kapsid (protein), kadang ada amplop lipid. | Struktur seluler. Memiliki membran sel, sitoplasma, ribosom, dan selalu DNA. |
| Ukuran | Sangat kecil (ultramikroskopis), ~20–300 nm. | Jauh lebih besar (Prokariota 1-5 µm, Eukariota 10-40 µm). |
| Organel | Tidak ada (tidak ada ribosom, mitokondria, dll). | Ada. Prokariota punya ribosom 70S. Eukariota punya banyak organel. |
| Metabolisme | Tidak ada. Tidak bisa respirasi atau sintesis protein sendiri. | Ada. Melakukan metabolisme (respirasi, sintesis protein, dll). |
| Reproduksi | Parasit obligat. Hanya bisa bereplikasi di dalam sel inang hidup dengan mengambil alih mesin sel inang. | Mandiri (pembelahan biner atau mitosis). |
Tabel 4: Perbandingan Sel Hewan vs Sel Tumbuhan (Keduanya Eukariota)
| Fitur | Sel Hewan | Sel Tumbuhan |
|---|---|---|
| Dinding Sel | Tidak ada. | Ada. Terbuat dari selulosa. |
| Vakuola (Kantung) | Kecil (jika ada) dan bersifat sementara (temporer). | Besar (Sentral). Bersifat permanen dan dibungkus membran Tonoplas. |
| Kloroplas | Tidak ada. | Ada (pada bagian yang berfotosintesis, cth: daun). |
| Sentriol / Sentrosom | Ada. | Tidak ada (pada sebagian besar tumbuhan). |
| Plasmodesmata | Tidak ada. (Komunikasi antar sel via gap junction). | Ada. Menghubungkan sitoplasma antar sel. |
| Bentuk Sel | Bervariasi, cenderung bulat/tidak teratur (fleksibel). | Kaku, bentuk cenderung tetap (sering poligonal) karena dinding sel. |
| Penyimpanan Energi | Glikogen (utama). | Pati (Amilum) (utama). |
Informasi Tambahan: Keterampilan Praktis & Konsep Penting
Berikut adalah ringkasan keterampilan dan konsep non-organel yang penting dari bahan ajar kita:
Satuan Ukuran Mikroskopi:
- 1 milimeter (mm) = 1.000 mikrometer (µm)
- 1 mikrometer (µm) = 1.000 nanometer (nm)
- 1 milimeter (mm) = 1.000.000 nanometer (nm)
Rumus Kunci Mikroskopi:
M = I / A
A = I / M
I = A x M
Perbedaan Resolusi vs Magnifikasi:
- Magnifikasi adalah seberapa besar gambar diperbesar.
- Resolusi adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan (kejernihan/detail).
- Mikroskop Elektron (EM) memiliki resolusi jauh lebih tinggi (hingga 0,5 nm) daripada Mikroskop Cahaya (LM) (maks ~200 nm).
Kaidah Kunci Gambar Biologis:
- Gunakan garis tunggal, jelas, dan tidak terputus.
- Hindari arsiran (shading).
- Gunakan stippling (titik-titik) hanya untuk granula padat.
- Gambar proporsional dan akurat.
- Garis label harus lurus, horizontal, dan tidak bersilangan.
- Sertakan judul dan magnifikasi atau skala.
Ringkasan Uji Biokimia
| Uji | Molekul Target | Reagen | Prosedur | Hasil Positif |
|---|---|---|---|---|
| Benedict's | Gula Pereduksi (cth: glukosa, maltosa) | Reagen Benedict's | Tambah reagen, panaskan di penangas air. | Biru → Hijau → Kuning → Merah Bata. |
| Gula Non-Pereduksi | Sukrosa | Asam (cth: HCl) + Basa (cth: NaOH) + Reagen Benedict's | 1. Uji Benedict's (hasil negatif). 2. Ambil sampel baru, tambah HCl, panaskan (hidrolisis). 3. Netralkan dgn NaOH. 4. Uji Benedict's lagi. | Tetap biru di langkah 1, menjadi Merah Bata di langkah 4. |
| Pati (Amilum) | Pati | Larutan Iodin (dalam KI) | Tambahkan beberapa tetes iodin. | Oranye/Coklat → Biru-Hitam. |
| Lipid (Lemak/Minyak) | Lipid | Etanol + Air | 1. Larutkan sampel dalam etanol. 2. Tuang larutan etanol ke dalam air. | Larutan jernih → Emulsi putih keruh. |
| Protein | Protein (ikatan peptida) | Reagen Biuret | Tambahkan reagen (tidak perlu dipanaskan). | Biru → Ungu / Violet. |
No comments:
Post a Comment
Berilah Komentar dengan kritik dan saran anda untuk perbaikan blog ini. Berikan pula kesan anda dalam blog ini agar kami semangat. Jika anda suka, bagikan ke teman-teman anda agar mereka dapat merasakan.
NO SPAM AND SARA