Indeks lengkap semua materi & simulasi ada di satu halaman. 📚 Buka Daftar Isi

Terakhir kamu buka

Modul Belajar Mandiri Olimpiade Biologi Indonesia

Modul Belajar Mandiri Olimpiade Biologi Indonesia

Modul Belajar Mandiri OBI 2026: Biologi dari Sel hingga Biosfer - DNA Edukasi Langsung ke isi
Modul OBI 2026DNA Edukasi

DNA Edukasi

Biologi dari Sel hingga Biosfer

Modul belajar mandiri Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) 2026

Disusun berdasarkan silabus OBI 2026 untuk siswa kelas IX sampai XII. Berisi 7 bab, 16 simulasi interaktif, dan 52 soal latihan dengan pembahasan.

Mulai dari kata pengantar Baca petunjuk penggunaan

Setiap lajur adalah satu bab, dan setiap pita adalah satu subbab. Pilih lajur untuk langsung membaca bab tersebut.

Kata Pengantar

Biologi adalah ilmu tentang kehidupan, mulai dari molekul di dalam sel hingga hutan hujan yang menutupi pulau-pulau Indonesia. Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) 2026 menguji kemampuan memahami kehidupan pada semua tingkat itu, bukan sekadar menghafal istilah. Soal olimpiade menuntut kemampuan membaca data, menghubungkan konsep dari bab yang berbeda, dan menalar secara ilmiah.

Modul ini disusun untuk menemanimu belajar secara mandiri. Seluruh isinya mengikuti silabus OBI 2026 yang ditetapkan Indonesia Scientific Society (ISS), yaitu Biologi Sel; Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan; Anatomi dan Fisiologi Hewan; Etologi; Genetika dan Evolusi; Ekologi; serta Biosistematika. Setiap bab dirancang agar kamu memahami konsep dari dasar, melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, lalu menguji pemahamanmu sendiri.

Kami berusaha menjelaskan setiap konsep dengan bahasa yang lugas, disertai analogi, contoh soal yang dikerjakan langkah demi langkah, dan simulasi interaktif. Simulasi memungkinkanmu mengubah sebuah variabel dan langsung melihat akibatnya, seperti seorang peneliti di laboratorium. Pengalaman semacam ini membuat konsep lebih melekat daripada membaca saja.

Modul ini tersedia dalam dua bentuk. Versi HTML dapat dibuka di peramban (browser) dan memuat simulasi interaktif serta latihan dengan umpan balik langsung. Versi dokumen dapat dicetak atau dibaca tanpa internet; pada versi ini, setiap simulasi diganti tabel eksplorasi yang dapat kamu kerjakan dengan kertas dan pensil.

Semoga modul ini membantumu melangkah lebih jauh, baik di OBI 2026 maupun dalam perjalananmu memahami kehidupan. Selamat belajar!

Tim Penyusun DNA Edukasi

Petunjuk Penggunaan Modul

Komponen setiap bab

Setiap bab memiliki susunan yang sama agar kamu mudah mengikutinya.

KomponenKegunaan
Tujuan pembelajaranKemampuan yang akan kamu kuasai setelah mempelajari bab. Bacalah sebelum mulai agar kamu tahu arah belajarmu.
Peta konsepGambaran hubungan antarkonsep dalam bab. Kembalilah ke peta ini setiap kali kamu merasa tersesat.
PemantikPertanyaan atau peristiwa nyata yang membuka bab. Coba jawab dulu sebelum membaca, lalu bandingkan jawabanmu setelah selesai.
Uraian materiPenjelasan konsep secara bertahap, dari yang sederhana ke yang kompleks.
AnalogiPerbandingan dengan hal sehari-hari untuk memudahkan pemahaman. Ingat, setiap analogi memiliki batas.
Di dunia nyataPenerapan konsep dalam kesehatan, pertanian, lingkungan, dan teknologi, terutama di Indonesia.
Tahukah kamu?Fakta menarik yang memperluas wawasan.
Contoh soalSoal bergaya olimpiade yang dibahas langkah demi langkah. Tutup penyelesaiannya, coba kerjakan sendiri, lalu periksa.
Ingat!Konsep yang sering tertukar atau menjadi jebakan soal.
SimulasiEksperimen virtual pada versi HTML. Pada versi cetak, bagian ini berupa tabel eksplorasi.
RangkumanInti bab dalam beberapa butir untuk mengulang materi.
Uji pemahamanSoal pilihan ganda untuk mengukur penguasaanmu. Kunci dan pembahasan tersedia di bagian akhir modul.
RefleksiDaftar periksa kemampuan. Tandai yang sudah kamu kuasai dan ulangi yang belum.

Langkah belajar yang disarankan

  1. Baca tujuan pembelajaran dan pemantik. Tuliskan dugaan jawabanmu.
  2. Pelajari uraian materi per subbab. Setelah setiap subbab, tutup modul dan coba jelaskan kembali dengan kata-katamu sendiri.
  3. Kerjakan setiap contoh soal sebelum membaca penyelesaiannya.
  4. Jalankan simulasi atau kerjakan tabel eksplorasi. Buat dugaan sebelum mengubah variabel, lalu periksa apakah dugaanmu benar.
  5. Kerjakan uji pemahaman tanpa melihat materi. Jika skormu di bawah 75%, pelajari kembali subbab yang berkaitan.
  6. Isi refleksi dan catat konsep yang masih membingungkan untuk ditanyakan kepada guru pembimbing.

Peta Silabus OBI 2026

Tabel berikut menunjukkan hubungan antara silabus resmi OBI 2026 dan bab dalam modul ini. Persentase bobot mengikuti proporsi materi yang lazim dipakai dalam olimpiade biologi internasional, sehingga kamu dapat membagi waktu belajar secara bijak.

BabMateri utamaSub materi dalam silabusPerkiraan bobot
1Biologi SelStruktur dan fungsi sel, organel sel, metabolisme sel, sintesis protein, transpor melalui membran, mitosis dan meiosis, mikrobiologi dan bioteknologi20%
2Anatomi dan Fisiologi TumbuhanFotosintesis, transpirasi dan pertukaran gas, transpor air, mineral, dan bahan lainnya, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi pada tumbuhan15%
3Anatomi dan Fisiologi HewanStruktur dan fungsi jaringan dan organ pada semua sistem tubuh vertebrata, serta imunitas25%
4EtologiSistem-sistem perilaku, penyebab perilaku, perilaku konflik, perilaku belajar5%
5Genetika dan EvolusiVariasi, hereditas Mendel, alel multipel, rekombinan dan pautan seks, prinsip Hardy-Weinberg, mekanisme evolusi20%
6EkologiEkosistem, makanan dan hubungannya, aliran energi, siklus biogeokimia, suksesi, struktur dan dinamika populasi, biosfer dan manusia10%
7BiosistematikaKlasifikasi dan struktur terkait sistematika biologi5%

Rencana belajar enam minggu

Jika kamu memiliki waktu sekitar enam minggu sebelum tes, rencana berikut dapat menjadi patokan. Sediakan waktu 60 sampai 90 menit setiap hari.

MingguFokusTarget
1Bab 1 (Biologi Sel)Menguasai struktur sel, transpor membran, enzim, dan metabolisme energi
2Bab 1 lanjutan dan Bab 2Sintesis protein, pembelahan sel, bioteknologi, fotosintesis, dan transpor pada tumbuhan
3Bab 2 lanjutan dan Bab 3Hormon tumbuhan, reproduksi tumbuhan, sistem sirkulasi, respirasi, dan ekskresi
4Bab 3 lanjutan dan Bab 4Sistem saraf, otot, endokrin, imunitas, dan etologi
5Bab 5Pewarisan sifat, pautan, Hardy-Weinberg, dan mekanisme evolusi
6Bab 6, Bab 7, dan latihan campuranEkologi, biosistematika, lalu simulasi tes dengan batas waktu

Strategi Menghadapi Soal Olimpiade

Soal olimpiade biologi jarang menanyakan definisi secara langsung. Kebanyakan soal menyajikan data percobaan, grafik, tabel, atau kasus, lalu memintamu menarik kesimpulan. Strategi berikut membantumu menghadapi soal semacam itu.

  • Kenali kata kunci perintah. Kata seperti TIDAK, KECUALI, paling mungkin, dan segera mengubah makna soal. Garis bawahi kata itu sebelum membaca pilihan jawaban.
  • Baca grafik dengan disiplin. Periksa judul, sumbu, satuan, dan skala (linear atau logaritmik) sebelum menafsirkan bentuk kurva.
  • Hubungkan dengan mekanisme. Untuk setiap perubahan, tanyakan "apa yang menyebabkan ini?" dan "apa akibat berikutnya?". Rantai sebab-akibat adalah inti penalaran biologi.
  • Hitung dengan teliti. Tuliskan rumus, satuan, dan setiap langkah. Kesalahan paling umum adalah lupa mengalikan dua (misalnya 2pq) atau salah satuan.
  • Uji setiap pilihan. Jangan berhenti pada pilihan pertama yang tampak benar. Pengecoh dalam soal olimpiade sengaja dibuat setengah benar.
  • Kelola waktu. Pada tes komprehensif OBI tersedia sekitar 1,8 menit per soal. Lewati soal yang terlalu lama, lalu kembali setelah soal lain selesai.

Bab 1

Biologi Sel

7 subbab

Peta konsep Bab 1 Biologi Sel
Gambar 1.1 Peta konsep Bab 1 Biologi Sel

1.1 Sel sebagai unit kehidupan

Semua makhluk hidup tersusun atas sel. Gagasan ini dirumuskan sebagai teori sel: Matthias Schleiden (1838) menyimpulkan bahwa tumbuhan tersusun atas sel, Theodor Schwann (1839) menyimpulkan hal yang sama untuk hewan, dan Rudolf Virchow (1855) menegaskan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula e cellula). Dari teori ini lahir tiga pernyataan pokok: sel adalah unit struktural kehidupan, sel adalah unit fungsional kehidupan, dan sel hanya berasal dari pembelahan sel yang sudah ada.

Mengapa sel berukuran kecil?

Sebagian besar sel berukuran 1 sampai 100 mikrometer. Batas ukuran ini muncul karena sel harus menukar zat dengan lingkungannya melalui permukaan, sedangkan kebutuhannya ditentukan oleh volume. Ketika sel membesar, volume bertambah lebih cepat daripada luas permukaan, sehingga rasio luas permukaan terhadap volume (L/V) menurun.

Panjang sisi kubusLuas permukaanVolumeRasio L/V
1 µm6 µm²1 µm³6
2 µm24 µm²8 µm³3
3 µm54 µm²27 µm³2

Sel yang terlalu besar tidak dapat memasukkan nutrien dan membuang sisa metabolisme dengan cukup cepat. Karena itu, organisme besar tersusun atas banyak sel kecil, bukan satu sel raksasa. Sel yang aktif menyerap zat, seperti sel epitel usus, memperluas permukaannya dengan mikrovili.

Prokariota dan eukariota

Berdasarkan ada tidaknya membran inti, sel dibedakan menjadi prokariota (Bacteria dan Archaea) dan eukariota (protista, jamur, tumbuhan, dan hewan).

CiriProkariotaEukariota
Membran intiTidak ada; DNA berada di nukleoidAda; DNA di dalam nukleus
Ukuran umum1–5 µm10–100 µm
Organel bermembranTidak adaAda (mitokondria, RE, Golgi, dan lain-lain)
Ribosom70S80S di sitoplasma; 70S di mitokondria dan kloroplas
KromosomUmumnya satu, sirkularBeberapa, linear, berasosiasi dengan histon
PembelahanPembelahan binerMitosis dan meiosis

Sel tumbuhan dan sel hewan sama-sama eukariota, tetapi berbeda dalam beberapa hal. Sel tumbuhan memiliki dinding sel dari selulosa, kloroplas, dan vakuola sentral yang besar. Sel hewan tidak memiliki ketiganya, tetapi memiliki sentriol dan lisosom yang lebih menonjol.

Struktur sel hewan (kiri) dan sel tumbuhan (kanan) beserta organel utamanya
Gambar 1.2 Struktur sel hewan (kiri) dan sel tumbuhan (kanan) beserta organel utamanya

1.2 Organel sel

Sel eukariota dapat dibayangkan sebagai sebuah pabrik dengan banyak ruang kerja. Setiap ruang dibatasi membran sehingga reaksi yang berbeda dapat berlangsung bersamaan tanpa saling mengganggu.

Nukleus dan ribosom

Nukleus dibungkus selubung inti berupa dua lapis membran yang memiliki pori-pori. Melalui pori inilah mRNA keluar ke sitoplasma dan protein masuk ke inti. Di dalam nukleus terdapat nukleolus, tempat pembentukan subunit ribosom. Ribosom tersusun atas rRNA dan protein, dan berfungsi menerjemahkan mRNA menjadi protein. Ribosom bebas di sitosol membuat protein yang bekerja di sitosol, sedangkan ribosom yang menempel di retikulum endoplasma membuat protein yang akan disekresikan, ditanam di membran, atau dikirim ke lisosom.

Sistem endomembran

Sistem endomembran adalah sekumpulan membran yang saling berhubungan, baik secara langsung maupun melalui vesikel.

  • Retikulum endoplasma kasar (RE kasar) ditempeli ribosom. Protein yang baru dibuat masuk ke lumen RE, dilipat, dan diberi rantai gula (glikosilasi).
  • Retikulum endoplasma halus (RE halus) tidak memiliki ribosom. Organel ini menyintesis lipid dan hormon steroid, menetralkan racun dan obat (terutama di sel hati), serta menyimpan ion Ca²⁺ pada sel otot.
  • Badan Golgi menerima vesikel dari RE, memodifikasi protein, memilahnya, lalu mengirimkannya ke tujuan. Penanda kimia menentukan tujuan protein, misalnya manosa-6-fosfat mengarahkan enzim ke lisosom.
  • Lisosom berisi enzim hidrolitik yang bekerja optimal pada pH sekitar 5. Lisosom mencerna partikel yang dimakan sel dan mendaur ulang organel rusak (autofagi).
  • Vakuola pada tumbuhan menyimpan air, ion, pigmen, dan zat sisa. Tekanan air di dalamnya menjaga sel tetap kaku (turgor).

Mitokondria, kloroplas, dan teori endosimbiosis

Mitokondria adalah tempat respirasi seluler. Membran dalamnya berlipat-lipat membentuk krista yang memperluas permukaan tempat rantai transpor elektron. Kloroplas pada tumbuhan dan alga adalah tempat fotosintesis; di dalamnya terdapat tilakoid yang tersusun membentuk grana dan dikelilingi cairan stroma.

Kedua organel ini diduga berasal dari prokariota yang ditelan sel inang purba, lalu hidup bersama secara menguntungkan. Gagasan ini disebut teori endosimbiosis dan didukung beberapa bukti: keduanya memiliki DNA sirkular sendiri, ribosom 70S, dua lapis membran, dan membelah dengan cara yang mirip pembelahan biner. Namun, sebagian besar gen asalnya sudah berpindah ke nukleus sel inang selama evolusi.

Organel dan struktur lainnya

  • Peroksisom mengandung enzim yang menghasilkan hidrogen peroksida (H₂O₂) sekaligus enzim katalase yang segera menguraikannya. Peroksisom juga memecah asam lemak rantai panjang.
  • Sitoskeleton adalah rangka protein yang memberi bentuk sel, menjadi rel pergerakan vesikel, dan menggerakkan sel. Terdiri atas mikrofilamen (aktin), filamen intermediet, dan mikrotubulus (tubulin). Silia dan flagela eukariota tersusun atas mikrotubulus dengan pola 9+2.
  • Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa; dinding sel jamur tersusun atas kitin; dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan.
  • Hubungan antarsel pada hewan meliputi tight junction (merekatkan sel sehingga cairan tidak bocor), desmosom (mengikat sel seperti paku keling), dan gap junction (saluran yang menghubungkan sitoplasma dua sel). Pada tumbuhan, sitoplasma sel-sel yang bertetangga terhubung melalui plasmodesmata.

1.3 Membran dan transpor zat

Struktur membran: model mosaik fluida

Membran plasma tersusun atas dua lapis fosfolipid. Kepala fosfat bersifat hidrofilik (suka air) dan menghadap ke cairan di luar dan di dalam sel, sedangkan ekor asam lemak bersifat hidrofobik dan saling berhadapan di bagian tengah. Di antara fosfolipid terdapat kolesterol yang menjaga kestabilan kekentalan membran, serta protein yang menjadi saluran, pembawa, reseptor, atau enzim. Pada permukaan luar terdapat rantai karbohidrat (glikoprotein dan glikolipid) yang berfungsi sebagai penanda identitas sel. Komponen-komponen ini dapat bergeser ke samping sehingga membran bersifat cair, dan protein tersebar seperti kepingan mosaik. Karena itu, model ini disebut model mosaik fluida.

Model mosaik fluida membran plasma
Gambar 1.3 Model mosaik fluida membran plasma

Kecairan membran dipengaruhi suhu dan komposisi asam lemak. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap yang membuat ekornya bengkok, sehingga fosfolipid tidak dapat tersusun rapat dan membran tetap cair pada suhu rendah. Itulah sebabnya ikan di laut dingin dan bakteri yang dipindahkan ke suhu rendah meningkatkan proporsi asam lemak tak jenuh pada membrannya.

Transpor pasif: difusi, difusi terfasilitasi, dan osmosis

Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa energi dari sel. Molekul kecil tak bermuatan seperti O₂ dan CO₂ berdifusi langsung menembus lapisan lipid. Ion dan molekul polar yang lebih besar, seperti glukosa, memerlukan protein saluran atau protein pembawa; proses ini disebut difusi terfasilitasi. Laju difusi terfasilitasi dapat mencapai batas maksimum ketika semua protein pembawa sudah sibuk (jenuh).

Osmosis adalah difusi air melalui membran selektif permeabel, dari larutan yang konsentrasi zat terlarutnya rendah ke larutan yang konsentrasi zat terlarutnya tinggi. Banyak air melewati membran melalui saluran khusus bernama akuaporin.

Sifat suatu larutan terhadap sel dinyatakan dengan tonisitas:

Larutan di luar selArah airSel hewanSel tumbuhan
Hipotonik (zat terlarut lebih sedikit)Masuk ke selMengembang, dapat pecah (lisis)Turgid; dinding sel mencegah pecah
IsotonikSeimbangNormalLembek (flaksid)
Hipertonik (zat terlarut lebih banyak)Keluar dari selMengerut (krenasi)Plasmolisis: membran terlepas dari dinding

Tonisitas tidak sama dengan osmolaritas. Larutan urea 300 mOsm/L memiliki osmolaritas yang sama dengan sitoplasma, tetapi urea dapat menembus membran. Urea masuk ke sel, air ikut masuk, dan sel darah merah akhirnya pecah. Jadi, larutan itu isosmotik tetapi hipotonik.

Potensial air pada sel tumbuhan

Ahli fisiologi tumbuhan menyatakan kecenderungan air untuk berpindah dengan potensial air (ψ, dibaca "psi") dalam satuan megapascal (MPa). Air murni pada tekanan atmosfer memiliki ψ = 0 MPa. Air selalu berpindah dari potensial air tinggi ke potensial air rendah.

ψ = ψs + ψp

Potensial zat terlarut (ψs) selalu bernilai negatif dan makin negatif bila zat terlarut makin banyak. Potensial tekanan (ψp) adalah tekanan fisik; pada sel tumbuhan yang turgid nilainya positif karena dinding sel menekan isi sel.

Simulasi 1.1 Osmosis dan tonisitas sel

Simulasi memerlukan JavaScript.

Transpor aktif

Transpor aktif memindahkan zat melawan gradien konsentrasinya sehingga memerlukan energi.

  • Transpor aktif primer menggunakan ATP secara langsung. Contoh terpenting adalah pompa natrium-kalium (Na⁺/K⁺-ATPase) yang mengeluarkan 3 ion Na⁺ dan memasukkan 2 ion K⁺ untuk setiap ATP yang dipecah. Pompa ini menjaga konsentrasi Na⁺ di dalam sel tetap rendah.
  • Transpor aktif sekunder (kotranspor) memanfaatkan gradien ion yang sudah dibangun transpor aktif primer. Contohnya kotranspor natrium-glukosa (SGLT1) di usus: Na⁺ mengalir masuk mengikuti gradiennya sambil "menggendong" glukosa masuk ke sel, bahkan ketika kadar glukosa di dalam sel sudah tinggi.

Endositosis dan eksositosis

Molekul besar dan partikel diangkut dengan membungkusnya dalam vesikel. Eksositosis mengeluarkan isi vesikel, misalnya pelepasan neurotransmiter dan hormon insulin. Endositosis memasukkan zat ke dalam sel dan terdiri atas fagositosis (memakan partikel besar, seperti makrofag menelan bakteri), pinositosis (meminum cairan ekstrasel), dan endositosis yang diperantarai reseptor (mengambil zat tertentu secara selektif, seperti kolesterol LDL).

1.4 Enzim dan metabolisme energi

ATP sebagai mata uang energi

Metabolisme adalah keseluruhan reaksi kimia di dalam sel. Reaksi katabolisme memecah molekul kompleks dan melepaskan energi, sedangkan reaksi anabolisme membangun molekul kompleks dan memerlukan energi. Penghubung keduanya adalah ATP (adenosin trifosfat). Pemecahan ATP menjadi ADP dan fosfat melepaskan energi yang dipakai untuk kontraksi otot, transpor aktif, dan sintesis molekul.

Cara kerja enzim

Enzim adalah katalis biologis, umumnya berupa protein, yang mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi. Enzim tidak mengubah energi bebas reaksi dan tidak ikut habis bereaksi. Substrat berikatan dengan sisi aktif enzim. Menurut model kecocokan terinduksi (induced fit), sisi aktif sedikit berubah bentuk ketika substrat terikat sehingga pengikatan menjadi lebih erat. Banyak enzim memerlukan kofaktor, yaitu ion logam seperti Mg²⁺ dan Zn²⁺, atau koenzim organik seperti NAD⁺ dan FAD yang berasal dari vitamin.

Laju reaksi enzim dipengaruhi beberapa faktor:

  • Suhu. Laju meningkat sampai suhu optimum, lalu turun tajam karena enzim mengalami denaturasi. Enzim manusia umumnya optimum sekitar 37 °C.
  • pH. Setiap enzim memiliki pH optimum: pepsin di lambung sekitar pH 2, sedangkan tripsin di usus halus sekitar pH 8.
  • Konsentrasi substrat. Laju meningkat seiring konsentrasi substrat, tetapi akhirnya mendatar pada laju maksimum (Vmax) ketika semua enzim jenuh. Konsentrasi substrat yang menghasilkan setengah Vmax disebut Km; makin kecil Km, makin tinggi afinitas enzim terhadap substrat.

Inhibitor enzim

Jenis inhibitorTempat terikatPengaruh terhadap VmaxPengaruh terhadap KmDapat diatasi substrat berlebih?
KompetitifSisi aktif (bersaing dengan substrat)TetapMeningkatYa
NonkompetitifDi luar sisi aktif (sisi alosterik)MenurunTetapTidak
IreversibelBerikatan kovalen dengan enzimMenurun permanenBergantung kasusTidak
Pengaruh inhibitor kompetitif (X) dan nonkompetitif (Y) terhadap laju reaksi
Gambar 1.4 Pengaruh inhibitor kompetitif (X) dan nonkompetitif (Y) terhadap laju reaksi

Sel juga mengatur jalur metabolismenya dengan inhibisi umpan balik: produk akhir suatu jalur menghambat enzim pertama jalur tersebut secara alosterik, sehingga sel tidak membuat produk berlebihan.

Simulasi 1.2 Kinetika enzim dan inhibitor

Simulasi memerlukan JavaScript.

Respirasi seluler

Respirasi seluler aerob memecah glukosa menjadi CO₂ dan H₂O sambil membentuk ATP:

C₆H₁₂O₆ + 6 O₂ → 6 CO₂ + 6 H₂O + energi (sekitar 30–32 ATP)

Prosesnya berlangsung dalam empat tahap.

  1. Glikolisis di sitosol memecah satu glukosa menjadi dua piruvat, menghasilkan 2 ATP bersih dan 2 NADH. Tahap ini tidak memerlukan O₂.
  2. Dekarboksilasi oksidatif di matriks mitokondria mengubah setiap piruvat menjadi asetil-KoA, melepaskan CO₂ dan menghasilkan NADH.
  3. Siklus Krebs di matriks mitokondria mengoksidasi asetil-KoA menjadi CO₂. Untuk satu glukosa (dua putaran) dihasilkan 2 ATP, 6 NADH, dan 2 FADH₂.
  4. Rantai transpor elektron dan kemiosmosis di membran dalam mitokondria. Elektron dari NADH dan FADH₂ dialirkan melalui serangkaian protein hingga diterima O₂ yang kemudian membentuk air. Energi aliran elektron dipakai untuk memompa proton (H⁺) ke ruang antarmembran. Proton kembali ke matriks melalui ATP sintase yang memutar dan membentuk ATP. Tahap inilah penghasil ATP terbesar.
Ringkasan respirasi seluler dan hasil energinya
Gambar 1.5 Ringkasan respirasi seluler dan hasil energinya

Analogi bendungan bocor menjelaskan kerja senyawa pemisah (uncoupler) seperti 2,4-dinitrofenol (DNP). DNP membuat proton bocor kembali ke matriks tanpa melewati ATP sintase. Akibatnya, tubuh membakar lebih banyak bahan bakar dan O₂, ATP yang dihasilkan sedikit, dan suhu tubuh naik berbahaya. Sebaliknya, sianida menghambat kompleks IV sehingga aliran elektron berhenti total, O₂ tidak terpakai, dan produksi ATP aerob terhenti.

Fermentasi

Tanpa O₂, rantai transpor elektron berhenti dan NADH menumpuk. Glikolisis hanya dapat berlanjut bila NAD⁺ diregenerasi melalui fermentasi.

  • Fermentasi asam laktat: piruvat direduksi menjadi laktat. Terjadi pada sel otot yang kekurangan O₂ dan pada bakteri pembuat yoghurt.
  • Fermentasi alkohol: piruvat diubah menjadi etanol dan CO₂. Dilakukan ragi (Saccharomyces cerevisiae) pada pembuatan tape, roti, dan minuman beralkohol.

Fermentasi hanya menghasilkan 2 ATP per glukosa. Karena itu, sel ragi yang kehilangan O₂ memecah glukosa jauh lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan energinya. Gejala ini dikenal sebagai efek Pasteur.

1.5 DNA dan sintesis protein

Struktur dan replikasi DNA

DNA tersusun atas dua untai nukleotida yang berpilin membentuk heliks ganda (model Watson dan Crick, 1953, yang dibangun dengan bantuan data difraksi sinar-X dari Rosalind Franklin). Setiap nukleotida terdiri atas gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen. Basa adenin (A) berpasangan dengan timin (T) melalui dua ikatan hidrogen, sedangkan guanin (G) berpasangan dengan sitosin (C) melalui tiga ikatan hidrogen. Kedua untai berjalan berlawanan arah (antiparalel): satu untai dari ujung 5′ ke 3′, untai pasangannya dari 3′ ke 5′.

Replikasi DNA bersifat semikonservatif: setiap molekul DNA baru terdiri atas satu untai lama dan satu untai baru (dibuktikan Meselson dan Stahl, 1958). Helikase membuka heliks, primase membuat primer RNA, DNA polimerase memperpanjang untai baru hanya ke arah 5′ ke 3′, dan ligase menyambung potongan-potongan untai. Karena arah sintesis yang searah itu, satu untai dibuat bersambung (untai pengarah atau leading strand), sedangkan untai lainnya dibuat terputus-putus dalam fragmen Okazaki (untai tertinggal atau lagging strand).

Dogma sentral: dari DNA ke protein

Informasi genetik mengalir dari DNA ke RNA melalui transkripsi, lalu dari RNA ke protein melalui translasi.

Transkripsi. RNA polimerase menempel pada promoter, membuka DNA, lalu membaca untai cetakan (template) dari arah 3′ ke 5′ sambil menyusun mRNA dari arah 5′ ke 3′. Urutan mRNA sama dengan untai pengode (coding strand), hanya timin (T) diganti urasil (U). Pada eukariota, mRNA awal mengalami pemrosesan: penambahan tudung 5′, penambahan ekor poli-A di ujung 3′, dan penyambungan (splicing) yang membuang intron dan menyambung ekson. Melalui penyambungan alternatif, satu gen dapat menghasilkan beberapa protein yang berbeda.

Kode genetik. Setiap tiga basa mRNA (kodon) menyandikan satu asam amino. Dari 64 kodon, 61 menyandikan asam amino dan 3 merupakan kodon stop (UAA, UAG, UGA). Kodon AUG menyandikan metionin sekaligus menjadi kodon awal. Kode genetik bersifat berlebih (satu asam amino dapat disandikan beberapa kodon) dan hampir universal untuk semua makhluk hidup.

Translasi. Ribosom membaca mRNA dari 5′ ke 3′. Setiap tRNA membawa satu asam amino dan memiliki antikodon yang berpasangan dengan kodon mRNA. Ribosom memiliki tiga situs: A (tempat tRNA baru masuk), P (tempat rantai polipeptida tumbuh), dan E (tempat tRNA kosong keluar). Translasi berhenti ketika kodon stop mencapai situs A dan faktor pelepas memutus rantai polipeptida.

Mutasi

Mutasi adalah perubahan urutan DNA. Mutasi titik berupa substitusi satu basa dapat bersifat diam (silent, asam amino tidak berubah karena kode genetik berlebih), salah arti (missense, asam amino berubah), atau tanpa arti (nonsense, terbentuk kodon stop dini). Penyisipan atau penghapusan basa yang jumlahnya bukan kelipatan tiga menyebabkan pergeseran kerangka baca (frameshift) sehingga semua kodon setelahnya berubah.

Simulasi 1.3 Transkripsi, translasi, dan mutasi

Simulasi memerlukan JavaScript.

Pengaturan ekspresi gen

Tidak semua gen aktif setiap saat. Pada bakteri, gen-gen yang berkaitan sering diatur bersama dalam satu operon. Operon lac pada E. coli menyandikan enzim pemecah laktosa. Bila laktosa tidak ada, protein represor menempel pada operator dan menghalangi RNA polimerase. Bila laktosa ada, alolaktosa mengikat represor sehingga represor terlepas dan gen ditranskripsi. Transkripsi paling kuat terjadi bila laktosa ada dan glukosa sedikit, karena kompleks cAMP-CAP membantu RNA polimerase menempel pada promoter. Pada eukariota, pengaturan terjadi di banyak tingkat: struktur kromatin, faktor transkripsi, pemrosesan RNA, stabilitas mRNA, translasi, dan modifikasi protein.

1.6 Siklus sel, mitosis, dan meiosis

Siklus sel dan pengaturannya

Siklus sel terdiri atas interfase (fase G1, S, dan G2) dan fase M (mitosis dan sitokinesis). Pada fase G1 sel tumbuh, pada fase S DNA direplikasi, dan pada fase G2 sel bersiap membelah. Sel yang tidak lagi membelah, seperti sebagian besar neuron, memasuki fase G0.

Siklus sel beserta titik-titik pemeriksaannya
Gambar 1.6 Siklus sel beserta titik-titik pemeriksaannya

Perjalanan siklus diatur oleh protein siklin dan enzim kinase bergantung siklin (CDK). Titik pemeriksaan (checkpoint) di akhir G1, akhir G2, dan pada metafase memastikan DNA tidak rusak dan kromosom terpasang benar pada gelendong. Protein p53 menghentikan siklus bila DNA rusak; bila kerusakan tidak dapat diperbaiki, p53 memicu sel bunuh diri terprogram (apoptosis). Mutasi pada gen p53 ditemukan pada sekitar separuh kasus kanker manusia, karena sel kehilangan "rem" pembelahannya.

Mitosis

Mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik secara genetik dengan sel induk. Tahapannya:

  1. Profase: kromatin memadat menjadi kromosom yang terdiri atas dua kromatid saudara; gelendong mulai terbentuk.
  2. Prometafase: selubung inti hancur; mikrotubulus menempel pada kinetokor di sentromer.
  3. Metafase: kromosom berjajar di bidang ekuator.
  4. Anafase: kromatid saudara berpisah dan ditarik ke kutub yang berlawanan. Sejak saat ini setiap kromatid dihitung sebagai satu kromosom.
  5. Telofase dan sitokinesis: selubung inti terbentuk kembali, lalu sitoplasma terbagi. Sel hewan membentuk alur pembelahan, sedangkan sel tumbuhan membentuk lempeng sel.

Meiosis

Meiosis terjadi pada pembentukan gamet atau spora dan menghasilkan empat sel haploid yang berbeda secara genetik. Prosesnya terdiri atas dua pembelahan berurutan tanpa replikasi DNA di antaranya.

  • Meiosis I memisahkan kromosom homolog. Pada profase I, kromosom homolog berpasangan (sinapsis) membentuk bivalen, dan terjadi pindah silang (crossing over) di kiasma. Pada metafase I, bivalen berjajar di ekuator dengan orientasi acak (pemilahan bebas). Hasil meiosis I adalah dua sel haploid yang kromosomnya masih terdiri atas dua kromatid.
  • Meiosis II mirip mitosis: kromatid saudara berpisah sehingga terbentuk empat sel haploid.
AspekMitosisMeiosis
Jumlah pembelahanSatuDua
Hasil2 sel diploid identik4 sel haploid berbeda
Sinapsis dan pindah silangTidak adaAda pada profase I
Yang berpisah pada anafaseKromatid saudaraHomolog (anafase I), kromatid saudara (anafase II)
FungsiPertumbuhan, perbaikan, reproduksi aseksualPembentukan gamet atau spora, keragaman genetik

Menghitung kromosom dan kandungan DNA

Jumlah kromosom dihitung dari jumlah sentromer, sedangkan kandungan DNA dinyatakan dalam satuan C (1C = kandungan DNA satu set kromosom haploid yang belum bereplikasi).

Tahap (contoh 2n = 4)Jumlah kromosomJumlah kromatidKandungan DNA
G1442C
G2, profase, metafase mitosis484C
Anafase mitosis (satu sel)884C
Setelah sitokinesis mitosis442C
Metafase I meiosis484C
Metafase II meiosis242C
Gamet221C

Simulasi 1.4 Tahap-tahap mitosis dan meiosis

Simulasi memerlukan JavaScript.

1.7 Mikrobiologi dan bioteknologi

Bakteri

Bakteri adalah prokariota dengan dinding sel peptidoglikan. Pewarnaan Gram membedakan bakteri Gram positif (dinding peptidoglikan tebal, tampak ungu) dan Gram negatif (peptidoglikan tipis dengan membran luar berisi lipopolisakarida, tampak merah muda). Antibiotik penisilin menghambat pembentukan ikatan silang peptidoglikan, sehingga paling efektif terhadap bakteri Gram positif yang sedang tumbuh.

Bakteri berkembang biak dengan pembelahan biner. Dalam kondisi optimum, E. coli dapat membelah setiap 20 menit. Meskipun tidak bereproduksi secara seksual, bakteri dapat bertukar gen melalui transformasi (mengambil DNA bebas dari lingkungan), transduksi (gen dibawa virus bakteriofag), dan konjugasi (pemindahan plasmid melalui pilus). Mekanisme inilah yang mempercepat penyebaran gen resistansi antibiotik. Beberapa bakteri, seperti Bacillus dan Clostridium, membentuk endospora yang tahan panas dan kekeringan.

Virus

Virus bukan sel. Virus terdiri atas materi genetik (DNA atau RNA) yang dibungkus kapsid protein, dan sebagian memiliki selubung lipid. Virus hanya dapat memperbanyak diri di dalam sel inang. Pada siklus litik, virus memperbanyak diri lalu memecahkan sel inang. Pada siklus lisogenik, DNA virus menyisip ke kromosom inang dan ikut tereplikasi sampai suatu saat aktif kembali. Retrovirus seperti HIV memiliki enzim transkriptase balik yang menyalin RNA virus menjadi DNA.

Jamur

Jamur adalah eukariota heterotrof yang menyerap makanan dari lingkungannya dan memiliki dinding sel dari kitin. Ragi bersel satu, sedangkan kapang tersusun atas benang-benang hifa. Jamur berperan sebagai pengurai, penyebab penyakit, dan bahan berbagai produk fermentasi seperti tempe, oncom, dan kecap.

Teknik bioteknologi modern

  • Enzim restriksi memotong DNA pada urutan pengenalan tertentu. Contohnya EcoRI yang mengenali urutan GAATTC dan menghasilkan ujung lengket (sticky ends) yang mudah disambung ligase.
  • Kloning gen menyisipkan gen ke dalam plasmid, memasukkan plasmid ke bakteri (transformasi), lalu menyeleksi bakteri yang membawanya dengan antibiotik. Pada seleksi biru-putih, gen disisipkan di tengah gen lacZ, sehingga koloni yang membawa plasmid rekombinan berwarna putih pada medium X-gal.
  • cDNA dibuat dari mRNA dengan transkriptase balik. Gen manusia yang akan diekspresikan di bakteri harus berupa cDNA karena bakteri tidak dapat membuang intron.
  • PCR (reaksi berantai polimerase) menggandakan DNA melalui siklus berulang: denaturasi (sekitar 95 °C), penempelan primer (sekitar 50–65 °C), dan pemanjangan (72 °C) oleh DNA polimerase tahan panas dari bakteri Thermus aquaticus. Setiap siklus menggandakan jumlah DNA, sehingga n siklus menghasilkan hingga 2ⁿ salinan.
  • Elektroforesis gel memisahkan potongan DNA berdasarkan ukuran. DNA bermuatan negatif bergerak menuju kutub positif, dan potongan yang lebih kecil bergerak lebih jauh.
  • CRISPR-Cas9 adalah "gunting genetik" yang dipandu RNA untuk memotong DNA pada lokasi yang sangat spesifik. Penemunya, Emmanuelle Charpentier dan Jennifer Doudna, meraih Hadiah Nobel Kimia 2020.

Uji pemahaman Bab 1

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Sel A berbentuk kubus dengan sisi 2 µm, sedangkan sel B berbentuk kubus dengan sisi 4 µm. Pernyataan yang tepat adalah ....

2Sel hati seorang pecandu alkohol menunjukkan peningkatan jumlah suatu organel yang berperan menetralkan racun. Organel tersebut adalah ....

3Sel tumbuhan dengan ψs = −0,6 MPa dan ψp = +0,2 MPa dimasukkan ke dalam air murni. Yang terjadi adalah ....

4Obat golongan penghambat SGLT2 dipakai untuk menurunkan gula darah penderita diabetes dengan menghambat penyerapan kembali glukosa di ginjal. Akibat yang paling mungkin adalah ....

5Suatu inhibitor menurunkan laju reaksi enzim, tetapi pengaruhnya hilang bila konsentrasi substrat dinaikkan sangat tinggi. Inhibitor tersebut ....

6Jika satu molekul glukosa dipecah sempurna secara aerob, tahap yang menghasilkan ATP paling banyak adalah ....

7Sebuah tRNA memiliki antikodon 3′-UAC-5′. Kodon mRNA yang dikenali tRNA tersebut dan asam amino yang dibawanya adalah ....

8Sel hewan dengan 2n = 46 menjalani meiosis. Jumlah kromosom pada satu sel di akhir meiosis I adalah ....

Bab 2

Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan

6 subbab

Peta konsep Bab 2 Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan
Gambar 2.1 Peta konsep Bab 2 Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan

2.1 Jaringan dan organ tumbuhan

Tubuh tumbuhan berbunga tersusun atas tiga sistem jaringan. Jaringan dermal (epidermis) melindungi permukaan tubuh; pada daun dan batang muda, epidermis dilapisi kutikula berlilin yang mengurangi penguapan. Jaringan pengangkut terdiri atas xilem yang mengangkut air dan mineral dari akar ke atas, serta floem yang mengangkut hasil fotosintesis. Jaringan dasar mengisi bagian lain dan meliputi parenkim (fotosintesis, penyimpanan), kolenkim (penyokong organ muda yang masih tumbuh), dan sklerenkim (penyokong kaku berdinding tebal berlignin, seperti serat dan sklereid).

Sel penyusun xilem pengangkut, yaitu trakeid dan unsur pembuluh, sudah mati saat berfungsi sehingga menjadi pipa kosong berdinding kuat. Sebaliknya, unsur tapis floem tetap hidup, tetapi kehilangan nukleus dan sebagian besar organelnya; kebutuhannya dilayani sel pengiring di sebelahnya.

OrganStruktur pentingFungsi struktur tersebut
AkarRambut akar, korteks, endodermis dengan pita Kaspari, perisikelMemperluas penyerapan, mengendalikan zat yang masuk ke pembuluh, membentuk akar cabang
BatangBerkas pengangkut, kambium (pada dikotil), empulurMengangkut zat, menambah diameter batang, menyimpan cadangan
DaunKutikula, stomata, mesofil palisade dan bunga karang, tulang daunMengurangi penguapan, pertukaran gas, fotosintesis, pengangkutan

Tumbuhan monokotil dan dikotil dapat dibedakan dari beberapa ciri anatomi.

CiriMonokotil (padi, jagung, kelapa)Dikotil (mangga, kacang, jati)
Berkas pengangkut batangTersebarTersusun dalam lingkaran
KambiumUmumnya tidak adaAda, sehingga batang dapat membesar
Tulang daunSejajar atau melengkungMenyirip atau menjari
AkarSerabutTunggang
Bagian bungaKelipatan tigaKelipatan empat atau lima

2.2 Fotosintesis

Fotosintesis mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk gula:

6 CO₂ + 6 H₂O + energi cahaya → C₆H₁₂O₆ + 6 O₂

Prosesnya berlangsung di kloroplas dalam dua tahap besar: reaksi terang di membran tilakoid dan siklus Calvin di stroma.

Pigmen dan cahaya

Klorofil a adalah pigmen utama; klorofil b dan karotenoid adalah pigmen pembantu yang memperluas rentang cahaya yang dapat diserap. Klorofil menyerap kuat cahaya biru-ungu dan merah, tetapi memantulkan cahaya hijau, sehingga daun tampak hijau. Pada tahun 1882, Theodor Engelmann menyinari alga berfilamen dengan cahaya yang diuraikan prisma, lalu menaburkan bakteri yang menyukai oksigen. Bakteri berkumpul paling banyak di bagian yang terkena cahaya biru dan merah, membuktikan bahwa kedua warna itulah yang paling efektif mendorong fotosintesis.

Reaksi terang

  1. Cahaya mengeksitasi elektron klorofil pada fotosistem II (P680). Elektron yang hilang diganti dari pemecahan air (fotolisis) yang melepaskan O₂ dan H⁺.
  2. Elektron mengalir melalui plastokuinon, kompleks sitokrom b₆f, dan plastosianin. Aliran ini memompa H⁺ ke dalam ruang tilakoid.
  3. Pada fotosistem I (P700), elektron dieksitasi kembali lalu dipakai untuk mereduksi NADP⁺ menjadi NADPH.
  4. H⁺ yang menumpuk di ruang tilakoid mengalir kembali ke stroma melalui ATP sintase dan membentuk ATP (fotofosforilasi), dengan prinsip kemiosmosis yang sama seperti di mitokondria.

Jalur di atas disebut aliran elektron nonsiklik karena menghasilkan ATP, NADPH, dan O₂. Pada aliran elektron siklik, elektron dari fotosistem I kembali ke kompleks sitokrom; jalur ini hanya menghasilkan ATP, tanpa NADPH dan O₂, dan dipakai sel untuk menambah pasokan ATP.

Hubungan reaksi terang dan siklus Calvin di dalam kloroplas
Gambar 2.2 Hubungan reaksi terang dan siklus Calvin di dalam kloroplas

Siklus Calvin

Siklus Calvin memakai ATP dan NADPH dari reaksi terang untuk mengubah CO₂ menjadi gula, dalam tiga fase:

  1. Fiksasi karbon: enzim rubisco mengikat CO₂ pada RuBP (ribulosa bisfosfat, 5 karbon), menghasilkan dua molekul 3-fosfogliserat (3-PGA).
  2. Reduksi: 3-PGA diubah menjadi gliseraldehida 3-fosfat (G3P) menggunakan ATP dan NADPH.
  3. Regenerasi: sebagian besar G3P dipakai untuk membentuk kembali RuBP dengan bantuan ATP.

Untuk menghasilkan satu G3P bersih, siklus harus berputar tiga kali dan memakai 3 CO₂, 9 ATP, dan 6 NADPH. Dua G3P dapat digabung menjadi satu glukosa.

Fotorespirasi, tumbuhan C4, dan CAM

Rubisco ternyata juga dapat mengikat O₂ alih-alih CO₂. Reaksi ini memicu fotorespirasi yang melepaskan CO₂ yang sudah difiksasi dan memboroskan energi. Fotorespirasi meningkat pada hari panas dan kering, ketika stomata menutup sehingga CO₂ di dalam daun berkurang dan O₂ menumpuk.

Tumbuhan C4 seperti jagung, tebu, dan sorgum mengatasi masalah ini dengan pembagian ruang. Di sel mesofil, enzim PEP karboksilase (yang tidak bereaksi dengan O₂) mengikat CO₂ menjadi senyawa 4 karbon. Senyawa ini dipindahkan ke sel seludang pembuluh yang tersusun melingkari pembuluh (anatomi Kranz), lalu melepaskan CO₂ di sana. Konsentrasi CO₂ di sekitar rubisco menjadi tinggi sehingga fotorespirasi tertekan. Harganya adalah tambahan ATP untuk setiap CO₂ yang difiksasi.

Tumbuhan CAM (crassulacean acid metabolism) seperti nanas, kaktus, dan buah naga mengatasi masalah yang sama dengan pembagian waktu. Stomata membuka pada malam hari ketika udara sejuk, dan CO₂ difiksasi menjadi asam malat yang disimpan di vakuola. Siang hari stomata menutup untuk menghemat air, lalu asam malat melepaskan CO₂ untuk siklus Calvin. Karena itu, cairan sel tumbuhan CAM paling asam menjelang fajar.

CiriC3 (padi, kedelai)C4 (jagung, tebu)CAM (nanas, kaktus)
Pengikat CO₂ awalRubiscoPEP karboksilasePEP karboksilase
Pemisahan fiksasi dan siklus CalvinTidak adaRuang (mesofil dan seludang pembuluh)Waktu (malam dan siang)
FotorespirasiTinggi pada suhu panasSangat rendahSangat rendah
KeunggulanEfisien pada suhu sedangProduktif di daerah panas dan terangSangat hemat air

Faktor pembatas fotosintesis

Laju fotosintesis dipengaruhi intensitas cahaya, konsentrasi CO₂, suhu, dan ketersediaan air. Menurut hukum faktor pembatas (Blackman), laju proses ditentukan oleh faktor yang berada paling jauh dari kondisi optimumnya. Pada cahaya redup, menambah CO₂ tidak banyak berpengaruh karena cahayalah faktor pembatasnya.

Kurva respons cahaya memiliki dua titik penting. Titik kompensasi cahaya adalah intensitas cahaya ketika laju fotosintesis sama dengan laju respirasi, sehingga fotosintesis bersih nol. Titik jenuh cahaya adalah intensitas ketika penambahan cahaya tidak lagi meningkatkan laju fotosintesis. Tumbuhan naungan memiliki titik kompensasi dan titik jenuh yang rendah, sehingga unggul di tempat teduh tetapi tidak dapat memanfaatkan cahaya terang.

Kurva respons cahaya tumbuhan cahaya penuh (M) dan tumbuhan naungan (N)
Gambar 2.3 Kurva respons cahaya tumbuhan cahaya penuh (M) dan tumbuhan naungan (N)

Simulasi 2.1 Faktor pembatas fotosintesis

Simulasi memerlukan JavaScript.

2.3 Transpirasi dan pertukaran gas

Transpirasi adalah penguapan air dari tumbuhan, terutama melalui stomata. Lebih dari 90% air yang diserap akar dilepaskan kembali ke udara melalui transpirasi. Proses ini tampak boros, tetapi sebenarnya menjadi "mesin penarik" air dan mineral dari akar ke daun, sekaligus mendinginkan daun.

Mekanisme membuka dan menutupnya stomata

Stomata diapit dua sel penjaga. Mikrofibril selulosa pada dinding sel penjaga tersusun melingkar (radial), sehingga ketika sel penjaga menyerap air dan menggembung, sel melengkung ke luar dan celah stomata terbuka.

  1. Cahaya biru mengaktifkan pompa proton (H⁺-ATPase) pada membran sel penjaga.
  2. Keluarnya H⁺ membuat bagian dalam membran lebih negatif, sehingga ion K⁺ masuk melalui saluran ion (diikuti ion klorida dan pembentukan malat).
  3. Potensial air sel penjaga menurun sehingga air masuk secara osmosis.
  4. Sel penjaga menggembung dan stomata terbuka.

Stomata menutup bila K⁺ keluar dari sel penjaga. Pemicunya antara lain kekeringan, yang meningkatkan hormon asam absisat (ABA), serta konsentrasi CO₂ di dalam daun yang tinggi.

Faktor yang memengaruhi transpirasi

FaktorPengaruh terhadap laju transpirasiAlasan
CahayaMeningkatStomata membuka dan daun menghangat
Suhu udaraMeningkatPenguapan lebih cepat dan udara mampu menampung lebih banyak uap air
Kelembapan udaraMenurun bila udara lembapSelisih uap air antara daun dan udara mengecil
AnginMeningkat (dalam batas tertentu)Uap air di sekitar daun tersapu sehingga selisih uap air tetap besar
Ketersediaan air tanahMenurun bila tanah keringStomata menutup karena pengaruh ABA

Tumbuhan di lingkungan kering (xerofit) memiliki adaptasi seperti kutikula tebal, stomata tersembunyi di lekukan, daun berubah menjadi duri, dan jalur CAM. Sebaliknya, pada malam hari yang lembap, tumbuhan herba seperti rumput dan talas sering mengeluarkan tetes air dari ujung daunnya melalui hidatoda. Peristiwa ini disebut gutasi dan disebabkan oleh tekanan akar.

2.4 Transpor air, mineral, dan bahan lainnya

Penyerapan oleh akar

Air dan mineral masuk ke akar melalui rambut akar, lalu bergerak ke tengah akar melalui dua jalur. Jalur apoplas melewati dinding sel dan ruang antarsel, sedangkan jalur simplas melewati sitoplasma yang terhubung oleh plasmodesmata. Di endodermis terdapat pita Kaspari, lapisan suberin kedap air yang menutup jalur apoplas. Akibatnya, semua air dan mineral harus melewati membran sel endodermis sebelum masuk ke xilem, sehingga akar dapat memilih zat yang diserap dan menahan zat beracun.

Naiknya air di xilem

Bagaimana air dapat naik hingga ke pucuk pohon setinggi lebih dari 100 meter tanpa pompa? Jawabannya adalah teori kohesi-tegangan. Penguapan air dari dinding sel mesofil menimbulkan tegangan (tekanan negatif) yang menarik air di xilem ke atas. Molekul air saling melekat (kohesi) melalui ikatan hidrogen sehingga kolom air tidak putus, dan air juga melekat pada dinding pembuluh (adhesi). Tekanan akar juga mendorong air naik, tetapi kekuatannya kecil dan terutama berperan pada malam hari.

Unsur hara dan gejala kekurangannya

Tumbuhan memerlukan unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S) dalam jumlah besar dan unsur hara mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl, Ni) dalam jumlah kecil. Letak gejala kekurangan bergantung pada mobilitas unsur di dalam tumbuhan. Unsur yang mudah dipindahkan, seperti N, P, K, dan Mg, akan diambil dari daun tua untuk daun muda, sehingga gejalanya muncul pertama kali di daun tua. Unsur yang sukar dipindahkan, seperti Fe dan Ca, menimbulkan gejala di daun muda.

UnsurPeran utamaGejala kekurangan
Nitrogen (N)Penyusun protein, asam nukleat, klorofilDaun tua menguning merata (klorosis)
Fosfor (P)Penyusun ATP, asam nukleat, fosfolipidPertumbuhan terhambat, daun keunguan
Kalium (K)Pengatur osmosis dan stomata, aktivator enzimTepi daun tua menguning lalu mengering
Magnesium (Mg)Inti molekul klorofilKlorosis di antara tulang daun tua
Besi (Fe)Pembentukan klorofil, sitokromKlorosis pada daun muda

Sekitar 80% tumbuhan darat bersimbiosis dengan jamur mikoriza yang memperluas jangkauan penyerapan fosfat dan air. Tumbuhan polong-polongan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium di bintil akar; bakteri mengubah N₂ udara menjadi amonia, sedangkan tumbuhan menyediakan gula. Protein leghemoglobin di bintil akar menjaga kadar O₂ tetap rendah karena enzim nitrogenase rusak oleh oksigen.

Pengangkutan di floem

Hasil fotosintesis (terutama sukrosa) diangkut floem dari sumber (source), yaitu organ penghasil seperti daun dewasa, ke lubuk (sink), yaitu organ pengguna atau penyimpan seperti akar, buah, dan umbi. Menurut hipotesis aliran tekanan (Münch), sukrosa dimuat secara aktif ke floem di daerah sumber, sehingga potensial air floem turun dan air masuk dari xilem. Tekanan di sumber meningkat, lalu larutan mengalir ke daerah lubuk yang tekanannya rendah karena sukrosa dibongkar di sana. Berbeda dengan xilem, arah aliran di floem dapat ke atas maupun ke bawah.

2.5 Pertumbuhan dan perkembangan

Meristem dan pertumbuhan

Tumbuhan tumbuh sepanjang hidupnya berkat meristem, jaringan yang selnya terus membelah. Meristem apikal di ujung akar dan batang menghasilkan pertumbuhan primer (memanjang). Meristem lateral, yaitu kambium pembuluh dan kambium gabus, menghasilkan pertumbuhan sekunder (membesar). Kambium pembuluh membentuk xilem sekunder ke dalam dan floem sekunder ke luar. Di daerah bermusim, perbedaan laju pertumbuhan pada musim yang berbeda membentuk lingkaran tahun pada kayu.

Hormon tumbuhan

HormonFungsi utamaContoh penerapan
Auksin (IAA)Pemanjangan sel, dominansi apikal, fototropisme, pembentukan akarPerangsang akar pada stek; 2,4-D sintetis sebagai herbisida gulma berdaun lebar
GiberelinPemanjangan batang, perkecambahan biji, pembesaran buahMemperbesar buah anggur tanpa biji
SitokininPembelahan sel, pertumbuhan tunas samping, menunda penuaanBersama auksin mengatur pembentukan tunas dan akar dalam kultur jaringan
EtilenPematangan buah, pengguguran daunPemeraman buah
Asam absisat (ABA)Penutupan stomata, dormansi bijiRespons tumbuhan terhadap kekeringan

Dominansi apikal terjadi karena auksin dari pucuk menekan pertumbuhan tunas samping. Bila pucuk dipangkas, tunas samping tumbuh sehingga tanaman menjadi rimbun; prinsip ini dipakai pada pemangkasan tanaman pagar. Dalam kultur jaringan, perbandingan auksin dan sitokinin menentukan arah perkembangan: auksin tinggi memacu akar, sitokinin tinggi memacu tunas.

Tropisme

Tropisme adalah pertumbuhan yang arahnya ditentukan arah rangsang. Pada fototropisme, auksin berpindah ke sisi batang yang tidak terkena cahaya. Sel di sisi itu memanjang lebih cepat sehingga batang membengkok ke arah cahaya. Percobaan Charles Darwin dan putranya Francis (1880) menunjukkan bahwa ujung koleoptil adalah bagian yang menerima rangsang cahaya, dan Frits Went (1926) membuktikan bahwa zat kimia (auksin) dari ujung itulah yang memicu pembengkokan. Contoh lain adalah gravitropisme (akar tumbuh ke bawah, batang ke atas) dan tigmotropisme (sulur membelit penyangga).

Fotoperiodisme dan fitokrom

Fotoperiodisme adalah respons tumbuhan terhadap panjang siang dan malam, terutama dalam pembungaan. Yang sebenarnya diukur tumbuhan adalah panjang malam.

  • Tumbuhan hari pendek (misalnya krisan dan kedelai) berbunga bila malam lebih panjang daripada panjang malam kritisnya.
  • Tumbuhan hari panjang (misalnya bayam dan gandum) berbunga bila malam lebih pendek daripada panjang malam kritisnya.
  • Tumbuhan netral (misalnya tomat) tidak dipengaruhi panjang hari.

Tumbuhan mengukur malam dengan pigmen fitokrom yang memiliki dua bentuk yang dapat saling berubah. Bentuk Pr menyerap cahaya merah (sekitar 660 nm) lalu berubah menjadi Pfr; bentuk Pfr menyerap cahaya merah jauh (sekitar 730 nm) lalu berubah kembali menjadi Pr. Pada malam hari, Pfr perlahan berubah kembali menjadi Pr. Kilatan cahaya merah singkat di tengah malam "memutus" malam panjang, tetapi bila segera diikuti cahaya merah jauh, efeknya dibatalkan. Kilatan terakhirlah yang menentukan.

Simulasi 2.2 Fotoperiodisme dan fitokrom

Simulasi memerlukan JavaScript.

Selain cahaya, suhu juga memengaruhi pembungaan. Beberapa tumbuhan dari daerah beriklim sedang, seperti gandum musim dingin, baru dapat berbunga setelah mengalami periode suhu dingin. Peristiwa ini disebut vernalisasi. Sinyal pembungaan yang terbentuk di daun berupa protein (dikenal sebagai florigen) yang diangkut melalui floem ke meristem pucuk.

2.6 Reproduksi pada tumbuhan

Pergiliran keturunan

Siklus hidup tumbuhan bergantian antara generasi gametofit (haploid, menghasilkan gamet melalui mitosis) dan generasi sporofit (diploid, menghasilkan spora melalui meiosis).

KelompokGenerasi dominanHubungan kedua generasiKebutuhan air untuk pembuahan
LumutGametofitSporofit menumpang dan bergantung pada gametofitYa, sperma berenang
PakuSporofitKeduanya hidup bebas; gametofit berupa protalium kecilYa, sperma berenang
Tumbuhan berbijiSporofitGametofit sangat kecil dan bergantung pada sporofitTidak, sperma diantar buluh serbuk sari

Bunga, penyerbukan, dan pembuahan ganda

Bunga adalah organ reproduksi tumbuhan berbunga. Benang sari menghasilkan serbuk sari (gametofit jantan), sedangkan bakal biji di dalam putik mengandung kantong embrio (gametofit betina) yang terdiri atas tujuh sel dengan delapan inti, termasuk sel telur dan dua inti kutub.

Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari ke kepala putik, dengan perantara angin (padi, jagung), serangga, burung, kelelawar, atau manusia. Setelah penyerbukan, serbuk sari membentuk buluh serbuk sari yang membawa dua sel sperma ke bakal biji. Terjadilah pembuahan ganda: satu sperma membuahi sel telur menjadi zigot (2n), dan sperma lainnya melebur dengan dua inti kutub menjadi endosperma (3n) yang menjadi cadangan makanan biji. Bakal biji berkembang menjadi biji, dan bakal buah berkembang menjadi buah. Pada tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) tidak terjadi pembuahan ganda; cadangan makanannya berasal dari jaringan gametofit betina yang haploid (n).

Reproduksi vegetatif

Tumbuhan juga berkembang biak tanpa pembuahan. Secara alami, reproduksi vegetatif terjadi melalui umbi (kentang), rimpang (jahe), geragih (stroberi), dan tunas (pisang). Manusia memanfaatkannya melalui stek, cangkok, okulasi, sambung pucuk, dan kultur jaringan. Kultur jaringan didasarkan pada totipotensi, yaitu kemampuan satu sel tumbuhan untuk berkembang menjadi tumbuhan utuh. Teknik ini dipakai untuk memperbanyak bibit anggrek, pisang, dan jati secara massal dengan sifat yang seragam.

Uji pemahaman Bab 2

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Dalam percobaan Engelmann, bakteri aerob paling sedikit berkumpul di sekitar bagian alga yang disinari cahaya ....

2Untuk menghasilkan satu molekul glukosa melalui siklus Calvin, dibutuhkan ....

3Pada siang hari yang terik, fiksasi CO₂ tumbuhan nanas berlangsung melalui ....

4Tanaman yang kekurangan air akan meningkatkan kadar suatu hormon yang menyebabkan ....

5Jika pita Kaspari pada endodermis akar rusak, akibat yang paling mungkin adalah ....

6Seorang petani melihat daun muda tanaman jeruknya menguning, sedangkan daun tua tetap hijau. Unsur yang paling mungkin kurang adalah ....

7Tumbuhan hari panjang dengan panjang malam kritis 9 jam diberi 10 jam terang dan 14 jam gelap. Perlakuan yang dapat memicu pembungaannya adalah ....

8Sel daun suatu pinus (Gymnospermae) memiliki 24 kromosom. Jumlah kromosom pada jaringan cadangan makanan di dalam bijinya adalah ....

Bab 3

Anatomi dan Fisiologi Hewan

10 subbab

Peta konsep Bab 3 Anatomi dan Fisiologi Hewan
Gambar 3.1 Peta konsep Bab 3 Anatomi dan Fisiologi Hewan

3.1 Jaringan hewan dan homeostasis

Tubuh hewan tersusun atas empat jenis jaringan utama.

JaringanCiriContoh dan fungsi
EpitelSel rapat, melapisi permukaan dan ronggaKulit (pelindung), dinding alveolus (pertukaran gas), kelenjar (sekresi)
IkatSel tersebar dalam matriksTulang, tulang rawan, darah, jaringan lemak, tendon
OtotSel dapat berkontraksiOtot rangka (gerak sadar), otot polos (dinding organ), otot jantung
SarafSel menghantarkan impulsNeuron dan sel glia pada otak, sumsum tulang belakang, dan saraf

Semua sistem organ bekerja sama menjaga homeostasis, yaitu kestabilan lingkungan internal seperti suhu, kadar glukosa, pH, dan tekanan darah. Sebagian besar homeostasis dijaga dengan umpan balik negatif: perubahan memicu respons yang melawan perubahan itu. Contohnya, ketika suhu tubuh naik, pusat pengatur di hipotalamus memicu berkeringat dan pelebaran pembuluh darah kulit sehingga suhu turun kembali. Umpan balik positif justru memperkuat perubahan dan biasanya dipakai untuk menuntaskan suatu proses dengan cepat, misalnya kontraksi rahim saat persalinan yang terus diperkuat hormon oksitosin.

3.2 Sistem pencernaan

Pencernaan mengubah makanan menjadi molekul kecil yang dapat diserap. Pencernaan mekanis (mengunyah, gerak peristaltik) memperkecil ukuran makanan, sedangkan pencernaan kimiawi oleh enzim memutus ikatan kimia makromolekul.

OrganGetah atau enzimKerja
MulutAmilase ludahPati menjadi maltosa
LambungHCl dan pepsin (dari pepsinogen)Membunuh kuman; protein menjadi polipeptida pada pH sekitar 2
Pankreas (ke duodenum)Amilase, tripsin, lipase, nuklease, bikarbonatMelanjutkan pencernaan pati, protein, lemak, asam nukleat; menetralkan asam
Hati dan kantong empeduEmpedu (tanpa enzim)Mengemulsikan lemak menjadi butiran kecil
Usus halusDisakaridase dan peptidase pada mikroviliTahap akhir menjadi monosakarida dan asam amino
Usus besarBakteri ususMenyerap air, menghasilkan vitamin K

Enzim pencerna protein disekresikan dalam bentuk tidak aktif (pepsinogen, tripsinogen) agar tidak mencerna sel penghasilnya sendiri. Tripsinogen diaktifkan enzim enterokinase di usus halus, lalu tripsin mengaktifkan enzim pankreas lainnya.

Usus halus memiliki lipatan, vili, dan mikrovili yang memperluas permukaan penyerapan hingga ratusan kali. Monosakarida dan asam amino diserap ke kapiler darah, lalu dibawa vena porta hepatika ke hati. Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan monogliserida, disusun kembali menjadi trigliserida di sel usus, dikemas sebagai kilomikron, lalu masuk ke pembuluh limfa (lakteal).

Pencernaan diatur hormon. Gastrin dari lambung merangsang sekresi asam lambung. Ketika kimus asam masuk duodenum, sekretin merangsang pankreas mengeluarkan bikarbonat. Lemak dan protein di duodenum merangsang kolesistokinin (CCK) yang memicu kontraksi kantong empedu dan sekresi enzim pankreas, sekaligus memperlambat pengosongan lambung.

3.3 Sistem sirkulasi

Jantung dan peredaran darah ganda

Jantung mamalia memiliki empat ruang. Darah miskin oksigen dari tubuh masuk ke atrium kanan, lalu ke ventrikel kanan, yang memompanya ke paru-paru melalui arteri pulmonalis (peredaran darah kecil). Darah kaya oksigen kembali ke atrium kiri melalui vena pulmonalis, lalu ventrikel kiri memompanya ke seluruh tubuh melalui aorta (peredaran darah besar). Dinding ventrikel kiri paling tebal karena harus memompa darah dengan tekanan tinggi ke seluruh tubuh. Katup atrioventrikular (trikuspid di kanan, bikuspid atau mitral di kiri) dan katup semilunar mencegah darah mengalir balik. Bunyi jantung "lub" berasal dari menutupnya katup atrioventrikular, sedangkan "dub" dari menutupnya katup semilunar.

Peredaran darah ganda pada mamalia
Gambar 3.2 Peredaran darah ganda pada mamalia

Listrik jantung

Otot jantung berdenyut sendiri tanpa perintah saraf (miogenik). Impuls berasal dari nodus sinoatrial (SA) di atrium kanan, sang pemacu alami. Impuls menyebar ke kedua atrium, lalu ditahan sekitar 0,1 detik di nodus atrioventrikular (AV) agar atrium selesai memompa darah ke ventrikel. Selanjutnya impuls dihantarkan berkas His dan serabut Purkinje ke seluruh ventrikel. Aktivitas listrik ini direkam elektrokardiogram (EKG): gelombang P menunjukkan depolarisasi atrium, kompleks QRS menunjukkan depolarisasi ventrikel, dan gelombang T menunjukkan repolarisasi ventrikel. Interval PR yang memanjang menandakan hambatan di nodus AV.

Curah jantung adalah volume darah yang dipompa satu ventrikel per menit:

Curah jantung = frekuensi denyut × isi sekuncup, dengan isi sekuncup = volume akhir diastolik − volume akhir sistolik.

Pembuluh darah dan pertukaran di kapiler

Arteri berdinding tebal dan elastis untuk menahan tekanan tinggi; vena berdinding tipis dan memiliki katup; kapiler hanya selapis sel sehingga zat mudah dipertukarkan. Aliran darah paling lambat di kapiler karena luas penampang total seluruh kapiler sangat besar, sehingga tersedia waktu cukup untuk pertukaran zat.

Pertukaran cairan di kapiler ditentukan dua gaya yang berlawanan (gaya Starling). Tekanan hidrostatik darah mendorong cairan keluar kapiler, sedangkan tekanan onkotik (tekanan osmotik protein plasma, terutama albumin) menarik cairan kembali ke kapiler. Di ujung arteri kapiler, tekanan hidrostatik lebih besar sehingga cairan keluar ke jaringan. Di ujung vena, tekanan hidrostatik turun sehingga sebagian besar cairan ditarik kembali; sisanya dikembalikan melalui pembuluh limfa.

Darah

Darah terdiri atas plasma (sekitar 55%) dan sel darah. Eritrosit mamalia tidak berinti, berbentuk cakram bikonkaf, berisi hemoglobin, dan berumur sekitar 120 hari. Leukosit berperan dalam pertahanan tubuh. Trombosit berperan dalam pembekuan darah: trombosit melepaskan tromboplastin, yang bersama ion Ca²⁺ mengubah protrombin menjadi trombin; trombin mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin yang menjerat sel darah. Vitamin K diperlukan untuk pembentukan protrombin.

Kelompok vertebrataRuang jantungPeredaran darah
Ikan2 (satu atrium, satu ventrikel)Tunggal: jantung → insang → tubuh → jantung
Amfibi3 (dua atrium, satu ventrikel)Ganda, darah kaya dan miskin oksigen sedikit bercampur
Reptil (kecuali buaya)3, sekat ventrikel tidak sempurnaGanda, sedikit bercampur
Buaya, burung, mamalia4Ganda, terpisah sempurna

3.4 Sistem respirasi

Saluran dan mekanisme pernapasan

Udara masuk melalui hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus hingga mencapai ratusan juta alveolus. Dinding alveolus sangat tipis dan dikelilingi kapiler, sehingga O₂ dan CO₂ berdifusi dengan cepat. Alveolus dilapisi surfaktan yang menurunkan tegangan permukaan agar alveolus tidak mengempis; bayi yang lahir sangat prematur sering kekurangan surfaktan sehingga sulit bernapas.

Saat inspirasi, diafragma berkontraksi dan mendatar, otot antartulang rusuk luar mengangkat tulang rusuk, volume rongga dada bertambah, tekanan di paru-paru turun di bawah tekanan atmosfer, dan udara masuk. Saat ekspirasi biasa, otot-otot tersebut relaksasi dan paru-paru yang elastis mengempis sehingga udara keluar.

Volume paru-paru (dewasa)Nilai perkiraanPengertian
Volume tidal500 mLUdara keluar-masuk pada pernapasan biasa
Volume cadangan inspirasisekitar 3.000 mLUdara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa
Volume cadangan ekspirasisekitar 1.100 mLUdara yang masih dapat dihembuskan setelah ekspirasi biasa
Volume residusekitar 1.200 mLUdara yang selalu tersisa di paru-paru
Kapasitas vitalsekitar 4.600 mLVolume tidal + cadangan inspirasi + cadangan ekspirasi

Tidak semua udara yang dihirup mencapai alveolus. Sekitar 150 mL tertinggal di saluran napas yang tidak melakukan pertukaran gas (ruang rugi). Karena itu, yang menentukan efektivitas pernapasan adalah ventilasi alveolar = (volume tidal − ruang rugi) × frekuensi napas. Napas yang cepat tetapi dangkal kurang efektif dibandingkan napas yang lambat dan dalam.

Pengangkutan O₂ dan CO₂

Sekitar 98,5% O₂ dalam darah diangkut terikat hemoglobin. Satu molekul hemoglobin dapat mengikat empat O₂, dan pengikatan satu O₂ memudahkan pengikatan O₂ berikutnya (kooperatif). Itulah sebabnya kurva disosiasi oksihemoglobin berbentuk huruf S (sigmoid). Di paru-paru, tekanan parsial O₂ tinggi sehingga hemoglobin hampir jenuh; di jaringan yang aktif, tekanan parsial O₂ rendah sehingga O₂ dilepaskan.

Peningkatan CO₂, ion H⁺ (pH turun), suhu, dan senyawa 2,3-BPG menurunkan afinitas hemoglobin terhadap O₂, sehingga kurva bergeser ke kanan dan lebih banyak O₂ dilepaskan ke jaringan. Gejala ini disebut efek Bohr. Otot yang bekerja keras justru menghasilkan semua kondisi tersebut, sehingga otot otomatis menerima O₂ lebih banyak. Hemoglobin janin dan mioglobin memiliki afinitas lebih tinggi (kurva di sebelah kiri), sehingga dapat "merebut" O₂ dari hemoglobin ibu atau dari darah.

Kurva disosiasi oksihemoglobin pada kondisi normal (P) dan bergeser ke kanan (Q)
Gambar 3.3 Kurva disosiasi oksihemoglobin pada kondisi normal (P) dan bergeser ke kanan (Q)

CO₂ diangkut darah dalam tiga bentuk: sekitar 70% sebagai ion bikarbonat (HCO₃⁻) yang dibentuk enzim karbonat anhidrase di dalam eritrosit, sekitar 23% terikat hemoglobin, dan sekitar 7% larut dalam plasma.

Simulasi 3.1 Kurva disosiasi oksihemoglobin dan efek Bohr

Simulasi memerlukan JavaScript.

Pengaturan pernapasan dan adaptasi

Pusat pernapasan berada di medula oblongata. Rangsang terkuat untuk bernapas bukanlah kekurangan O₂, melainkan kelebihan CO₂, yang menurunkan pH cairan otak dan dideteksi kemoreseptor sentral. Kemoreseptor perifer di badan karotis dan aorta peka terhadap penurunan O₂ yang berat. Pendaki gunung tinggi beradaptasi dengan bernapas lebih cepat, memproduksi lebih banyak eritrosit (dipicu hormon eritropoietin dari ginjal), dan meningkatkan 2,3-BPG.

Hewan lain memiliki cara pernapasan yang menarik. Pada insang ikan, darah mengalir berlawanan arah dengan air (pertukaran lawan arus), sehingga darah selalu bertemu air yang kadar O₂-nya sedikit lebih tinggi; ikan dapat menyerap lebih dari 80% O₂ dari air. Burung memiliki kantong-kantong udara yang membuat udara mengalir searah melewati paru-paru, sehingga pertukaran gas tetap efisien di ketinggian.

3.5 Sistem ekskresi dan osmoregulasi

Ginjal dan pembentukan urine

Setiap ginjal manusia memiliki sekitar satu juta nefron. Pembentukan urine berlangsung dalam tiga proses.

  1. Filtrasi di glomerulus: tekanan darah mendorong air dan zat-zat kecil (glukosa, asam amino, garam, urea) ke kapsula Bowman. Sel darah dan protein besar tidak tersaring. Laju filtrasi glomerulus (LFG) orang dewasa sekitar 125 mL per menit, atau sekitar 180 liter per hari.
  2. Reabsorpsi: sebagian besar zat berguna diserap kembali. Tubulus proksimal menyerap kembali seluruh glukosa dan asam amino serta sekitar dua pertiga air dan garam.
  3. Sekresi: zat tertentu seperti ion H⁺, K⁺, dan obat-obatan disekresikan dari darah ke tubulus.

Lengkung Henle menciptakan cairan jaringan yang makin pekat ke arah dalam ginjal. Bagian turun lengkung permeabel terhadap air, sedangkan bagian naiknya kedap air tetapi aktif memompa NaCl keluar. Gradien inilah yang memungkinkan duktus pengumpul menarik air ketika diperlukan, sehingga urine dapat lebih pekat daripada darah.

HormonAsalPemicuKerja
ADH (antidiuretik)Hipotalamus, dilepaskan hipofisis posteriorDarah terlalu pekatMenambah akuaporin di duktus pengumpul sehingga lebih banyak air diserap
AldosteronKorteks adrenalTekanan darah atau kadar Na⁺ rendah, melalui renin dan angiotensin IIMeningkatkan reabsorpsi Na⁺ (dan air) di tubulus distal
ANPAtrium jantungTekanan darah tinggiMenurunkan reabsorpsi Na⁺ sehingga volume darah berkurang

Ketika tekanan darah turun, ginjal melepaskan renin yang mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I, lalu enzim pengubah angiotensin (ACE) mengubahnya menjadi angiotensin II. Angiotensin II menyempitkan pembuluh darah dan merangsang sekresi aldosteron, sehingga tekanan darah naik kembali. Rangkaian ini disebut sistem renin-angiotensin-aldosteron. Banyak obat darah tinggi bekerja dengan menghambat ACE.

Bersihan ginjal

Bersihan (clearance) suatu zat adalah volume plasma yang dibersihkan dari zat tersebut per menit:

Bersihan = (kadar zat dalam urine × laju urine) ÷ kadar zat dalam plasma

Inulin difiltrasi bebas tetapi tidak direabsorpsi maupun disekresi, sehingga bersihan inulin sama dengan LFG. Zat dengan bersihan lebih kecil daripada LFG pasti direabsorpsi (misalnya glukosa, bersihannya nol pada orang sehat), sedangkan zat dengan bersihan lebih besar daripada LFG pasti disekresi.

Simulasi 3.2 Kalkulator fisiologi: curah jantung, ventilasi alveolar, dan bersihan ginjal

Simulasi memerlukan JavaScript.

Zat sisa nitrogen dan osmoregulasi

Pemecahan protein menghasilkan amonia yang sangat beracun tetapi mudah larut, sehingga hanya dapat dibuang hewan yang hidup di air (ikan bertulang sejati dan banyak invertebrata air). Mamalia dan amfibi dewasa mengubah amonia menjadi urea di hati; urea lebih tidak beracun tetapi memerlukan air untuk dibuang. Burung, reptil, dan serangga membuang asam urat yang hampir tidak larut, sehingga sangat hemat air dan aman bagi embrio di dalam telur bercangkang.

Ikan air tawar tubuhnya lebih pekat daripada lingkungan, sehingga air terus masuk. Ikan ini hampir tidak minum, menghasilkan banyak urine encer, dan menyerap garam secara aktif melalui insang. Ikan laut bertulang sejati menghadapi masalah sebaliknya: kehilangan air, sehingga ikan ini minum air laut, mengeluarkan kelebihan garam melalui insang, dan menghasilkan sedikit urine.

3.6 Sistem saraf

Neuron dan potensial istirahat

Neuron terdiri atas badan sel, dendrit (penerima sinyal), dan akson (penghantar sinyal). Pada keadaan istirahat, bagian dalam membran neuron bermuatan sekitar −70 mV dibandingkan bagian luar. Potensial istirahat ini terbentuk karena pompa Na⁺/K⁺ menjaga Na⁺ tinggi di luar dan K⁺ tinggi di dalam sel, serta karena membran lebih permeabel terhadap K⁺ yang bocor keluar.

Potensial aksi

Bila rangsang cukup kuat sehingga membran mencapai ambang (sekitar −55 mV), terjadilah potensial aksi:

  1. Depolarisasi: kanal Na⁺ bergerbang tegangan membuka, Na⁺ masuk, dan potensial membran melonjak hingga sekitar +30 mV.
  2. Repolarisasi: kanal Na⁺ menutup (inaktif), kanal K⁺ bergerbang tegangan membuka, dan K⁺ keluar sehingga potensial kembali negatif.
  3. Hiperpolarisasi: kanal K⁺ menutup terlambat sehingga potensial sempat lebih negatif daripada potensial istirahat.

Potensial aksi bersifat semua atau tidak sama sekali: rangsang di bawah ambang tidak menimbulkan potensial aksi, sedangkan rangsang di atas ambang selalu menghasilkan potensial aksi dengan tinggi yang sama. Kekuatan rangsang dikodekan melalui frekuensi potensial aksi, bukan tingginya. Setelah potensial aksi, ada periode refrakter singkat yang mencegah impuls bergerak mundur.

Fase-fase potensial aksi
Gambar 3.4 Fase-fase potensial aksi

Pada akson bermielin, potensial aksi hanya terjadi di nodus Ranvier dan "melompat" dari nodus ke nodus. Hantaran saltatori ini jauh lebih cepat (hingga sekitar 120 m/s) dibandingkan hantaran pada akson tanpa mielin (sekitar 1 m/s).

Simulasi 3.3 Potensial aksi dan pengaruh racun saraf

Simulasi memerlukan JavaScript.

Sinaps

Ketika potensial aksi tiba di ujung akson, kanal Ca²⁺ membuka dan Ca²⁺ masuk. Ca²⁺ memicu vesikel melepaskan neurotransmiter ke celah sinaps melalui eksositosis. Neurotransmiter berikatan dengan reseptor di sel pascasinaps dan menimbulkan potensial pascasinaps yang merangsang (depolarisasi) atau menghambat (hiperpolarisasi). Sinyal dihentikan dengan menguraikan atau menyerap kembali neurotransmiter; asetilkolin, misalnya, diuraikan enzim asetilkolinesterase.

Susunan sistem saraf

Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang; sistem saraf tepi terdiri atas saraf-saraf yang menghubungkannya dengan seluruh tubuh. Sistem saraf tepi dibagi menjadi sistem saraf somatik (mengendalikan otot rangka secara sadar) dan sistem saraf otonom yang bekerja tanpa disadari. Saraf simpatik menyiapkan tubuh menghadapi bahaya ("lawan atau lari"): denyut jantung meningkat, pupil melebar, bronkus melebar, dan pencernaan dihambat. Saraf parasimpatik bekerja sebaliknya ("istirahat dan cerna"). Gerak refleks melewati jalur pendek (reseptor, neuron sensorik, neuron perantara di sumsum tulang belakang, neuron motorik, efektor) sehingga respons berlangsung sangat cepat sebelum otak menyadarinya.

3.7 Sistem gerak

Struktur otot rangka dan kontraksi

Otot rangka tersusun atas serabut otot yang berisi miofibril. Setiap miofibril terdiri atas unit-unit berulang bernama sarkomer, dibatasi garis Z. Sarkomer berisi filamen tipis (aktin) dan filamen tebal (miosin). Pita A adalah daerah sepanjang filamen miosin; pita I hanya berisi aktin; zona H hanya berisi miosin.

Menurut teori filamen bergeser, kontraksi terjadi karena aktin bergeser di atas miosin menuju tengah sarkomer, tanpa perubahan panjang filamen. Saat kontraksi, pita I dan zona H memendek, sedangkan pita A tetap. Urutan kejadiannya:

  1. Impuls saraf memicu potensial aksi pada membran otot yang menjalar ke dalam melalui tubulus T.
  2. Retikulum sarkoplasma melepaskan Ca²⁺.
  3. Ca²⁺ berikatan dengan troponin sehingga tropomiosin bergeser dan membuka sisi ikat pada aktin.
  4. Kepala miosin berikatan dengan aktin, melakukan kayuhan (power stroke), lalu melepaskan ADP dan fosfat.
  5. ATP baru berikatan sehingga kepala miosin terlepas dari aktin; pemecahan ATP menegakkan kembali kepala miosin untuk kayuhan berikutnya.

Serabut otot dibedakan menjadi serabut lambat (merah, kaya mioglobin dan mitokondria, tahan lelah) dan serabut cepat (putih, mengandalkan glikolisis, kuat tetapi cepat lelah). Daging paha ayam berwarna lebih gelap daripada daging dadanya karena otot paha banyak dipakai berjalan sepanjang hari.

Rangka dan sendi

Rangka manusia terdiri atas rangka aksial (tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk) dan rangka apendikular (anggota gerak dan gelang bahu-panggul). Tulang terus dibentuk osteoblas dan dirombak osteoklas. Hubungan antartulang yang dapat digerakkan disebut sendi, misalnya sendi peluru (bahu), engsel (siku, lutut), putar (antara tulang atlas dan aksis), pelana (pangkal ibu jari), dan geser (antartulang pergelangan tangan).

3.8 Sistem endokrin

Hormon adalah zat kimia yang disekresikan kelenjar endokrin ke darah dan bekerja pada sel target yang memiliki reseptornya. Hormon peptida (misalnya insulin, ADH) larut air dan tidak dapat menembus membran, sehingga berikatan dengan reseptor di permukaan sel dan bekerja melalui pembawa pesan kedua seperti cAMP. Hormon steroid (misalnya kortisol, estrogen, testosteron) larut lemak, menembus membran, lalu berikatan dengan reseptor di dalam sel dan mengubah ekspresi gen. Karena itu, respons terhadap hormon steroid biasanya lebih lambat tetapi lebih lama.

KelenjarHormonFungsi utama
HipotalamusHormon pelepas dan penghambat; ADH dan oksitosinMengendalikan hipofisis; menghubungkan saraf dan hormon
Hipofisis anteriorGH, TSH, ACTH, FSH, LH, prolaktinPertumbuhan; mengatur kelenjar tiroid, adrenal, dan gonad; produksi ASI
Hipofisis posteriorMelepaskan ADH dan oksitosinReabsorpsi air; kontraksi rahim dan pengeluaran ASI
TiroidT₃, T₄, kalsitoninLaju metabolisme; menurunkan kadar Ca²⁺ darah
ParatiroidParathormonMenaikkan kadar Ca²⁺ darah
PankreasInsulin (sel β), glukagon (sel α)Menurunkan dan menaikkan kadar glukosa darah
Korteks adrenalKortisol, aldosteronRespons stres jangka panjang; reabsorpsi Na⁺
Medula adrenalAdrenalin, noradrenalinRespons darurat "lawan atau lari"
Ovarium dan testisEstrogen, progesteron, testosteronCiri kelamin sekunder dan pengaturan reproduksi

Sebagian besar hormon diatur umpan balik negatif. Contohnya poros hipotalamus-hipofisis-tiroid: bila kadar T₃ dan T₄ rendah, sekresi TSH meningkat. Pada kekurangan iodium, T₃ dan T₄ tidak dapat dibentuk, sehingga TSH terus tinggi dan merangsang tiroid membesar menjadi gondok.

3.9 Sistem reproduksi

Spermatogenesis di tubulus seminiferus testis menghasilkan empat sperma dari setiap spermatosit primer dan berlangsung terus-menerus sejak pubertas. Oogenesis di ovarium hanya menghasilkan satu sel telur dan tiga badan kutub dari setiap oosit primer. Oosit primer sudah terbentuk sebelum lahir dan berhenti pada profase I; saat ovulasi yang dilepaskan adalah oosit sekunder yang berhenti pada metafase II, dan meiosis II baru selesai bila terjadi pembuahan.

Siklus menstruasi (sekitar 28 hari) diatur hormon:

  1. Fase folikel: FSH merangsang pertumbuhan folikel yang menghasilkan estrogen; estrogen menebalkan dinding rahim (endometrium).
  2. Ovulasi: kadar estrogen yang tinggi memicu umpan balik positif berupa lonjakan LH sekitar hari ke-14, yang menyebabkan folikel pecah dan melepaskan oosit.
  3. Fase luteal: sisa folikel menjadi korpus luteum yang menghasilkan progesteron dan estrogen untuk mempertahankan endometrium.
  4. Bila tidak terjadi kehamilan, korpus luteum mengalami degenerasi, kadar progesteron turun, dan endometrium luruh (menstruasi). Bila terjadi kehamilan, embrio menghasilkan hormon hCG yang mempertahankan korpus luteum. Hormon hCG inilah yang dideteksi alat uji kehamilan.

3.10 Imunitas

Pertahanan bawaan

Pertahanan bawaan (innate) bekerja cepat, tidak spesifik, dan tidak membentuk memori. Lapis pertama adalah penghalang fisik dan kimia: kulit, lendir, silia saluran napas, asam lambung, dan enzim lisozim dalam air mata dan ludah. Bila patogen berhasil masuk, sel fagosit (neutrofil dan makrofag) menelannya, sel NK (natural killer) membunuh sel yang terinfeksi virus, protein komplemen melubangi membran bakteri, dan sel yang terinfeksi virus mengeluarkan interferon yang memperingatkan sel tetangga. Peradangan ditandai kemerahan, panas, bengkak, dan nyeri: sel mast melepaskan histamin yang melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan permeabilitasnya, sehingga lebih banyak sel pertahanan dan cairan menuju lokasi infeksi. Demam juga membantu menghambat pertumbuhan patogen.

Pertahanan adaptif

Pertahanan adaptif bersifat spesifik dan membentuk memori. Pelakunya adalah limfosit B dan limfosit T yang masing-masing memiliki reseptor untuk satu jenis antigen.

  • Imunitas humoral dijalankan sel B. Sel B yang mengenali antigen, dengan bantuan sel T penolong, membelah menjadi sel plasma penghasil antibodi dan sel B memori. Antibodi menetralkan toksin dan virus, menggumpalkan patogen, dan menandainya agar mudah difagosit.
  • Imunitas seluler dijalankan sel T. Sel T sitotoksik (CD8⁺) membunuh sel tubuh yang terinfeksi atau berubah menjadi kanker. Sel T penolong (CD4⁺) mengoordinasikan respons dengan melepaskan sitokin yang mengaktifkan sel B, sel T sitotoksik, dan makrofag.

Sel T hanya mengenali antigen yang disajikan molekul MHC. MHC kelas I terdapat pada hampir semua sel berinti dan menyajikan antigen dari dalam sel (misalnya protein virus) kepada sel T sitotoksik. MHC kelas II terdapat pada sel penyaji antigen (makrofag, sel dendritik, sel B) dan menyajikan antigen yang ditelan dari luar kepada sel T penolong.

Menurut teori seleksi klonal, antigen "memilih" limfosit yang reseptornya cocok, lalu limfosit itu diperbanyak menjadi klon. Pada paparan pertama (respons primer), antibodi baru muncul setelah sekitar satu minggu dan kadarnya tidak tinggi. Pada paparan kedua (respons sekunder), sel memori merespons lebih cepat dengan antibodi (terutama IgG) yang jauh lebih banyak dan lebih lama bertahan.

Respons imun primer dan sekunder
Gambar 3.5 Respons imun primer dan sekunder
Kelas antibodiCiriPeran
IgGPaling banyak dalam darahRespons sekunder; satu-satunya yang menembus plasenta
IgMBentuk pentamer, muncul pertamaRespons primer; menggumpalkan antigen
IgATerdapat di lendir, air mata, ASIMelindungi permukaan mukosa; melindungi bayi lewat ASI
IgETerikat pada sel mastReaksi alergi dan pertahanan terhadap cacing parasit
IgDDi permukaan sel BBerperan sebagai reseptor antigen sel B

Simulasi 3.4 Respons imun primer, sekunder, dan vaksinasi

Simulasi memerlukan JavaScript.

Jenis kekebalan dan vaksinasi

Jenis kekebalanAlamiBuatan
Aktif (tubuh membuat antibodi sendiri, ada memori)Sembuh dari cacar airVaksinasi campak, polio, BCG
Pasif (menerima antibodi jadi, tanpa memori)Antibodi ibu lewat plasenta dan ASISuntikan serum antibisa ular atau antitetanus

Vaksin berisi antigen yang tidak berbahaya: patogen yang dilemahkan, patogen yang dimatikan, bagian patogen, toksin yang dinonaktifkan (toksoid), atau mRNA yang menyandikan protein patogen. Vaksin memicu respons primer sehingga ketika patogen asli datang, tubuh langsung memberikan respons sekunder. Bila sebagian besar penduduk kebal, penularan terputus sehingga orang yang tidak dapat divaksin pun ikut terlindungi (kekebalan kelompok).

Golongan darah dan transfusi

Eritrosit memiliki antigen (aglutinogen) pada permukaannya, sedangkan plasma mengandung antibodi (aglutinin) terhadap antigen yang tidak dimilikinya.

Golongan darahAntigen pada eritrositAntibodi dalam plasmaDapat menerima dari
AAanti-BA, O
BBanti-AB, O
ABA dan BTidak adaA, B, AB, O
OTidak adaanti-A dan anti-BO

Transfusi yang tidak cocok menyebabkan antibodi resipien menggumpalkan eritrosit donor. Sistem Rhesus juga penting: ibu bergolongan Rh negatif yang mengandung janin Rh positif dapat membentuk antibodi anti-Rh setelah persalinan pertama. Pada kehamilan berikutnya, antibodi ini dapat menembus plasenta dan merusak eritrosit janin (eritroblastosis fetalis). Hal ini dicegah dengan suntikan antibodi anti-Rh pada ibu segera setelah persalinan.

Gangguan sistem imun

Alergi adalah respons berlebihan terhadap antigen yang tidak berbahaya (alergen), diperantarai IgE dan pelepasan histamin. Penyakit autoimun terjadi bila sistem imun menyerang tubuh sendiri, misalnya diabetes tipe 1 dan lupus. Imunodefisiensi adalah lemahnya sistem imun; HIV menghancurkan sel T penolong sehingga respons humoral dan seluler sama-sama lumpuh, dan penderita AIDS mudah terserang infeksi oportunistik.

Uji pemahaman Bab 3

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Dinding ventrikel kiri jantung lebih tebal daripada dinding ventrikel kanan karena ventrikel kiri ....

2Seseorang mengalami keracunan karbon monoksida. Pernyataan yang tepat adalah ....

3Penderita diabetes yang kadar glukosa darahnya 300 mg/dL mengeluarkan glukosa bersama urinenya. Penyebabnya adalah ....

4Petani yang keracunan pestisida organofosfat mengalami kedutan dan kejang otot. Mekanisme yang tepat adalah ....

5Saat otot rangka berkontraksi, bagian sarkomer yang panjangnya tetap adalah ....

6Kortisol bekerja lebih lambat tetapi lebih lama daripada adrenalin karena kortisol ....

7Seorang pasien bergolongan darah A memerlukan transfusi. Darah donor yang aman adalah golongan ....

8Korban gigitan ular berbisa segera diberi suntikan serum antibisa. Jenis kekebalan yang diperoleh korban adalah ....

Bab 4

Etologi

4 subbab

Peta konsep Bab 4 Etologi
Gambar 4.1 Peta konsep Bab 4 Etologi

4.1 Etologi dan penyebab perilaku

Etologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku hewan, terutama dalam lingkungan alaminya. Tiga perintisnya, Karl von Frisch, Konrad Lorenz, dan Niko Tinbergen, bersama-sama meraih Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 1973. Perilaku adalah segala tindakan yang dilakukan hewan sebagai respons terhadap rangsang, termasuk gerak, suara, pengeluaran zat kimia, bahkan diam membeku saat ada bahaya.

Empat pertanyaan Tinbergen

Tinbergen (1963) menegaskan bahwa satu perilaku dapat dijelaskan dari empat sudut pandang yang saling melengkapi.

PertanyaanJenis penjelasanContoh untuk nyanyian burung jantan
Mekanisme: bagaimana perilaku dipicu?ProksimatPanjang hari meningkatkan hormon testosteron yang merangsang pusat nyanyian di otak
Perkembangan: bagaimana perilaku terbentuk selama hidup individu?ProksimatBurung muda mempelajari lagu dari jantan dewasa pada periode kritis
Fungsi: apa nilai adaptifnya?UltimatNyanyian menarik betina dan mempertahankan wilayah, sehingga meningkatkan keberhasilan reproduksi
Evolusi: bagaimana perilaku itu berkembang dalam sejarah spesies?UltimatNyanyian berkembang dari panggilan sederhana leluhur burung pengicau

Penjelasan proksimat menjawab "bagaimana" (pemicu, mekanisme fisiologis, perkembangan), sedangkan penjelasan ultimat menjawab "mengapa" dari sudut evolusi (keuntungan bagi kelangsungan hidup dan reproduksi). Soal olimpiade sering meminta kita memilah keduanya.

Gen, lingkungan, dan perilaku

Hampir semua perilaku dipengaruhi gen sekaligus lingkungan. Contoh pengaruh gen terlihat pada burung Sylvia atricapilla di Eropa: anak burung hasil persilangan populasi yang bermigrasi ke arah barat daya dengan populasi yang bermigrasi ke arah tenggara cenderung memilih arah di antara keduanya, walaupun dibesarkan tanpa induk. Arah migrasi ternyata diwariskan.

4.2 Sistem-sistem perilaku

Perilaku bawaan

Perilaku bawaan (innate) muncul dalam bentuk yang lengkap sejak pertama kali dilakukan, tanpa perlu dipelajari.

  • Refleks: respons cepat dan otomatis, misalnya menarik tangan dari benda panas.
  • Kinesis: perubahan laju gerak secara acak sebagai respons terhadap rangsang. Kutu kayu bergerak lebih cepat di tempat kering dan melambat di tempat lembap, sehingga secara tidak langsung berkumpul di tempat lembap.
  • Taksis: gerak yang terarah mendekati atau menjauhi rangsang, misalnya ngengat bergerak menuju cahaya (fototaksis positif).
  • Pola aksi tetap (fixed action pattern): rangkaian gerak bawaan yang dipicu rangsang tanda (sign stimulus) dan, sekali dimulai, akan diselesaikan sampai tuntas. Angsa abu-abu yang melihat telur di luar sarangnya akan menggulirkannya kembali dengan paruhnya; bila telur diambil di tengah jalan, angsa tetap menyelesaikan gerakan menggulir walaupun telurnya sudah tidak ada. Ikan stickleback jantan menyerang benda apa pun yang bagian bawahnya merah, karena perut merah adalah rangsang tanda jantan pesaing.

Rangsang tanda yang dilebih-lebihkan (rangsang supernormal) dapat memicu respons yang lebih kuat daripada rangsang alami. Burung yang sarangnya disusupi telur burung kedasih sering mengutamakan anak kedasih yang mulutnya lebih lebar dan berwarna mencolok, sehingga burung tersebut justru membesarkan anak spesies lain.

Ritme biologis, migrasi, dan navigasi

Banyak perilaku diatur jam biologis internal. Ritme sirkadian berulang sekitar 24 jam (misalnya siklus tidur dan bangun) dan tetap berlangsung walaupun hewan ditempatkan dalam gelap terus-menerus, tetapi disesuaikan setiap hari oleh cahaya matahari. Ketidaksesuaian jam biologis dengan waktu setempat dirasakan manusia sebagai jet lag. Migrasi adalah perpindahan jarak jauh secara berkala. Hewan bermigrasi menggunakan petunjuk matahari, bintang, medan magnet bumi, dan bau.

Komunikasi

Hewan berkomunikasi dengan sinyal visual (tarian burung, warna peringatan), suara (nyanyian, panggilan bahaya), kimia (feromon, seperti jejak semut menuju makanan), dan sentuhan. Lebah madu menyampaikan lokasi sumber makanan melalui tarian goyang (waggle dance): sudut lintasan goyangan terhadap arah vertikal sarang menunjukkan sudut sumber makanan terhadap arah matahari, dan lamanya goyangan menunjukkan jarak. Penemuan ini dihasilkan Karl von Frisch.

Perilaku sosial

  • Teritorialitas: mempertahankan suatu wilayah dari individu lain untuk menjamin sumber makanan atau tempat bersarang.
  • Hierarki dominansi: susunan peringkat dalam kelompok yang mengurangi perkelahian berulang. Pada ayam dikenal sebagai urutan mematuk (pecking order).
  • Pemilihan pasangan dan seleksi seksual: ketika betina memilih jantan berdasarkan ciri tertentu, ciri itu dapat berkembang semakin mencolok.
  • Altruisme: perilaku yang merugikan pelaku tetapi menguntungkan individu lain, misalnya lebah pekerja yang mati setelah menyengat untuk melindungi sarang. Altruisme dijelaskan oleh seleksi kerabat: dengan menolong kerabat yang membawa banyak gen yang sama, individu tetap mewariskan gennya secara tidak langsung. Menurut kaidah Hamilton, perilaku altruistik akan disukai seleksi bila rB > C, dengan r adalah koefisien kekerabatan, B keuntungan bagi penerima, dan C kerugian bagi pelaku.

Perilaku mencari makan

Menurut teori pencarian makan optimal, seleksi alam menyukai perilaku yang memaksimalkan energi yang diperoleh dibandingkan energi dan risiko yang dikeluarkan. Burung gagak di pantai Amerika Utara menjatuhkan siput laut dari ketinggian sekitar 5 meter hingga cangkangnya pecah. Ketinggian ini ternyata mendekati nilai yang meminimalkan total energi untuk terbang naik: lebih rendah perlu banyak percobaan, lebih tinggi memboroskan energi terbang.

4.3 Perilaku konflik

Konflik terjadi ketika dua dorongan yang bertentangan, misalnya dorongan menyerang dan dorongan melarikan diri, aktif bersamaan dengan kekuatan yang hampir sama. Bentuk-bentuk perilaku yang muncul dalam keadaan ini antara lain:

BentukCiriContoh
Aktivitas pengalihan (displacement)Muncul perilaku yang tampak tidak berhubungan dengan konflikAyam jantan yang berkelahi tiba-tiba mematuk tanah seolah makan; burung menyelisik bulu di tengah perselisihan
Agresi teralih (redirected aggression)Serangan diarahkan ke individu atau benda lain yang lebih amanHewan yang kalah dari pesaing dominan menyerang anggota kelompok yang lebih lemah
Perilaku ambivalenGerakan setengah maju setengah mundurBurung yang maju mendekati lawan lalu berbalik berulang-ulang
Gerakan niat (intention movement)Awal gerakan yang tidak diselesaikanBurung merunduk seperti akan terbang, tetapi tidak jadi terbang

Melalui evolusi, gerakan-gerakan dalam konflik dapat mengalami ritualisasi, yaitu menjadi sinyal yang dibakukan dan dilebih-lebihkan. Tampilan ancaman (memamerkan taring, menegakkan bulu, menggembungkan badan) memungkinkan hewan "berdebat" tanpa harus bertarung sungguhan, sehingga kedua pihak terhindar dari luka. Sebaliknya, perilaku penenang atau tunduk (anjing berguling memperlihatkan perutnya) menghentikan serangan lawan.

4.4 Perilaku belajar

Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman.

Jenis belajarCiriContoh
HabituasiRespons terhadap rangsang berulang yang tidak berbahaya berkurangBurung di sawah lama-lama tidak lagi takut pada orang-orangan sawah
ImprintingBelajar pada periode kritis di awal kehidupan dan bersifat menetapAnak angsa mengikuti benda bergerak pertama yang dilihatnya (percobaan Lorenz)
Pengondisian klasikRangsang netral dikaitkan dengan rangsang yang secara alami memicu responsAnjing Pavlov mengeluarkan air liur saat mendengar bel
Pengondisian operanPerilaku dikaitkan dengan akibatnya (imbalan atau hukuman)Tikus menekan tuas untuk mendapat makanan (kotak Skinner)
Penghindaran rasaMakanan dikaitkan dengan rasa sakit atau mual, cukup sekaliBurung menghindari kupu-kupu beracun setelah memakannya dan muntah
Belajar latenBelajar tanpa imbalan langsung yang baru tampak ketika dibutuhkanTikus yang menjelajahi labirin tanpa makanan kelak lebih cepat menemukan jalan saat diberi makanan
Belajar spasialMengingat letak benda atau tempatTawon penggali menemukan sarangnya berdasarkan letak penanda di sekitarnya
Wawasan (insight)Memecahkan masalah baru tanpa coba-coba berulangSimpanse menumpuk kotak untuk meraih pisang yang tergantung
Belajar sosial (meniru)Mempelajari perilaku dengan mengamati individu lainMonyet di Pulau Koshima, Jepang, meniru mencuci ubi di laut

Dalam pengondisian klasik dikenal empat istilah. Rangsang tak bersyarat (makanan) secara alami memicu respons tak bersyarat (air liur). Rangsang bersyarat (bel) awalnya netral, tetapi setelah berulang kali dipasangkan dengan makanan, bel sendiri dapat memicu respons bersyarat (air liur). Perbedaan utamanya dengan pengondisian operan: pada pengondisian klasik, hewan mengaitkan dua rangsang; pada pengondisian operan, hewan mengaitkan perilakunya sendiri dengan akibatnya.

Simulasi 4.1 Latihan interaktif: kenali jenis perilaku

Simulasi memerlukan JavaScript.

Uji pemahaman Bab 4

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Manakah penjelasan ultimat mengapa kunang-kunang jantan memancarkan cahaya berkedip?

2Kutu kayu yang diletakkan dalam wadah setengah kering dan setengah lembap akhirnya banyak berkumpul di bagian lembap karena bergerak lebih cepat dan berbelok acak di bagian kering. Perilaku ini adalah ....

3Burung camar laut yang baru menetas mematuk bintik merah pada paruh induknya untuk meminta makan. Anak burung juga mematuk tongkat bergaris merah dengan lebih kuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa ....

4Seekor monyet yang baru dikalahkan pemimpin kelompoknya kemudian mengejar dan menggigit monyet muda yang tidak terlibat. Perilaku ini merupakan ....

5Tikus yang dibiarkan menjelajahi labirin tanpa diberi makanan selama beberapa hari ternyata lebih cepat menemukan makanan saat makanan akhirnya diletakkan di ujung labirin, dibandingkan tikus yang belum pernah menjelajah. Jenis belajar ini adalah ....

6Pada lebah madu, pekerja adalah betina mandul yang bekerja untuk ratu dan saudara-saudaranya. Konsep yang paling tepat menjelaskan perilaku ini adalah ....

Bab 5

Genetika dan Evolusi

6 subbab

Peta konsep Bab 5 Genetika dan Evolusi
Gambar 5.1 Peta konsep Bab 5 Genetika dan Evolusi

5.1 Variasi

Tidak ada dua individu yang benar-benar sama, bahkan di antara saudara kandung. Perbedaan ini disebut variasi. Variasi yang diwariskan berasal dari tiga sumber utama:

  • Mutasi, yaitu perubahan urutan DNA. Mutasi adalah satu-satunya sumber alel yang benar-benar baru.
  • Rekombinasi selama meiosis, melalui pindah silang dan pemilahan bebas kromosom homolog.
  • Pembuahan acak, karena sel telur mana pun dapat dibuahi sperma mana pun.

Berdasarkan sebarannya, variasi dibedakan menjadi variasi diskontinu, yang membentuk kelompok-kelompok tegas (misalnya golongan darah A, B, AB, O), dan variasi kontinu, yang membentuk sebaran berkesinambungan (misalnya tinggi badan dan warna kulit). Variasi kontinu biasanya dikendalikan banyak gen (poligenik) dan dipengaruhi lingkungan.

Fenotipe adalah hasil interaksi genotipe dan lingkungan. Bunga Hydrangea yang genotipenya sama dapat berwarna biru di tanah asam dan merah muda di tanah basa. Kelinci himalaya berwarna putih, tetapi bulu di ujung telinga, hidung, kaki, dan ekornya hitam, karena enzim pembentuk pigmennya hanya aktif pada suhu rendah. Rentang fenotipe yang dapat dihasilkan satu genotipe pada berbagai lingkungan disebut norma reaksi.

5.2 Hereditas Mendel

Istilah dasar

Gen adalah satuan pewarisan yang terletak pada lokus tertentu di kromosom. Bentuk-bentuk alternatif suatu gen disebut alel. Susunan alel yang dimiliki individu disebut genotipe, sedangkan sifat yang tampak disebut fenotipe. Individu homozigot memiliki dua alel yang sama (AA atau aa), sedangkan individu heterozigot memiliki dua alel yang berbeda (Aa). Alel dominan menutupi ekspresi alel resesif pada individu heterozigot.

Hukum Mendel

Gregor Mendel menyilangkan tanaman ercis selama bertahun-tahun dan menerbitkan hasilnya pada tahun 1866. Karyanya baru dihargai setelah ditemukan kembali pada tahun 1900.

Hukum I Mendel (segregasi): dua alel suatu gen berpisah saat pembentukan gamet, sehingga setiap gamet hanya membawa satu alel. Dasar sitologinya adalah berpisahnya kromosom homolog pada anafase I meiosis. Persilangan monohibrid Aa × Aa menghasilkan genotipe AA : Aa : aa = 1 : 2 : 1 dan fenotipe dominan : resesif = 3 : 1.

Hukum II Mendel (pemilahan bebas): alel-alel dari gen yang berbeda memisah secara bebas satu sama lain saat pembentukan gamet, asalkan gen-gen itu terletak pada kromosom yang berbeda. Dasar sitologinya adalah orientasi acak bivalen pada metafase I. Persilangan dihibrid AaBb × AaBb menghasilkan fenotipe 9 : 3 : 3 : 1.

Persilangan uji (testcross) menyilangkan individu berfenotipe dominan dengan individu homozigot resesif untuk mengetahui genotipenya. Bila semua keturunan berfenotipe dominan, individu itu homozigot (AA); bila keturunannya dominan : resesif = 1 : 1, individu itu heterozigot (Aa).

Menghitung dengan peluang

Untuk persilangan dengan banyak gen, papan catur (Punnett) menjadi terlalu besar. Lebih mudah menghitung setiap gen secara terpisah, lalu menggabungkannya dengan dua aturan:

  • Aturan perkalian: peluang dua kejadian bebas terjadi bersamaan adalah hasil kali peluangnya.
  • Aturan penjumlahan: peluang terjadinya salah satu dari beberapa kejadian yang saling meniadakan adalah jumlah peluangnya.

Banyaknya macam gamet dari individu dengan n pasang gen heterozigot adalah 2ⁿ. Individu AaBbCc menghasilkan 2³ = 8 macam gamet.

Simulasi 5.1 Papan persilangan interaktif

Simulasi memerlukan JavaScript.

Penyimpangan semu hukum Mendel

Banyak hasil persilangan tampak "menyimpang" dari nisbah 3 : 1 atau 9 : 3 : 3 : 1, padahal alel tetap bersegregasi menurut hukum Mendel. Yang berbeda adalah hubungan antaralel atau antargen.

  • Dominansi tidak sempurna: heterozigot memiliki fenotipe di antara kedua induk. Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) merah (MM) disilangkan dengan putih (mm) menghasilkan F1 merah muda (Mm), dan F2 merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1.
  • Kodominansi: kedua alel diekspresikan penuh pada heterozigot, misalnya golongan darah AB yang memiliki antigen A dan antigen B sekaligus.
  • Gen letal: alel yang menyebabkan kematian pada keadaan homozigot. Pada tikus, alel kuning (AY) bersifat dominan untuk warna, tetapi letal bila homozigot, sehingga persilangan kuning × kuning menghasilkan kuning : normal = 2 : 1.
  • Pleiotropi: satu gen memengaruhi banyak sifat. Gen penyebab anemia sel sabit memengaruhi bentuk eritrosit, kerusakan organ, dan ketahanan terhadap malaria.

Interaksi gen

Dua gen dapat bersama-sama mengendalikan satu sifat. Pada interaksi gen, persilangan dihibrid AaBb × AaBb tetap menghasilkan 16 kombinasi, tetapi beberapa kelas fenotipe bergabung.

Nama interaksiNisbah F2PrinsipContoh
Atavisme (interaksi pasangan alel)9 : 3 : 3 : 1 dengan fenotipe baruGabungan dua gen memunculkan fenotipe yang tidak dimiliki indukJengger ayam walnut, rose, pea, dan single
Kriptomeri (epistasis resesif)9 : 3 : 4Alel resesif homozigot suatu gen menutupi gen lainWarna bunga Linaria maroccana; warna bulu anjing labrador
Epistasis dominan12 : 3 : 1Alel dominan suatu gen menutupi gen lainWarna buah labu
Gen komplementer9 : 7Sifat muncul hanya bila kedua gen memiliki alel dominanWarna bunga kacang manis
Polimeri (gen duplikat)15 : 1Satu alel dominan dari gen mana pun sudah cukupBentuk buah Capsella; warna biji gandum

5.3 Alel multipel

Suatu gen dapat memiliki lebih dari dua alel dalam populasi, walaupun setiap individu diploid hanya membawa dua di antaranya. Keadaan ini disebut alel multipel. Jika ada n alel, banyaknya genotipe yang mungkin adalah n(n + 1)/2.

Golongan darah sistem ABO dikendalikan tiga alel: IA dan IB yang kodominan, serta i yang resesif terhadap keduanya. Dengan 3 alel terdapat 6 genotipe.

Golongan darahGenotipe yang mungkin
AIAIA atau IAi
BIBIB atau IBi
ABIAIB
Oii

Warna bulu kelinci dikendalikan empat alel dengan urutan dominansi: C (normal) > cch (cincila) > ch (himalaya) > c (albino). Dengan 4 alel terdapat 4 × 5 / 2 = 10 genotipe.

5.4 Pautan, pindah silang, dan pautan seks

Gen bertaut dan pindah silang

Gen-gen yang terletak pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama; keadaan ini disebut pautan (linkage). Thomas Hunt Morgan menemukannya melalui percobaan dengan lalat buah Drosophila melanogaster. Bila gen bertaut sempurna, persilangan uji dihibrid hanya menghasilkan dua tipe keturunan yang sama dengan induknya (tipe parental). Namun, pindah silang pada profase I dapat menukar alel antarkromatid homolog sehingga muncul tipe rekombinan.

Frekuensi rekombinasi (FR) = jumlah keturunan rekombinan ÷ jumlah seluruh keturunan × 100%

Makin jauh jarak dua gen, makin besar peluang terjadinya pindah silang di antara keduanya. Alfred Sturtevant, mahasiswa Morgan, memanfaatkan hal ini untuk membuat peta kromosom pertama pada tahun 1913. Satu satuan peta (1 sentimorgan, cM) setara dengan frekuensi rekombinasi 1%. Frekuensi rekombinasi tidak pernah melebihi 50%; nilai 50% berarti gen-gen memisah bebas.

Penentuan jenis kelamin

SistemBetinaJantanContoh
XYXXXYManusia, mamalia, lalat buah
ZWZWZZBurung, kupu-kupu
XOXXX (tanpa pasangan)Belalang
HaplodiploidDiploid (dari telur yang dibuahi)Haploid (dari telur yang tidak dibuahi)Lebah, semut

Pada beberapa reptil, seperti penyu dan buaya, jenis kelamin ditentukan suhu inkubasi telur. Pemanasan pantai akibat perubahan iklim karena itu dapat mengubah perbandingan jantan dan betina penyu.

Pautan seks

Gen yang terletak pada kromosom X disebut gen terpaut X. Karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X (hemizigot), satu alel resesif terpaut X sudah cukup untuk memunculkan sifatnya. Itulah sebabnya buta warna merah-hijau dan hemofilia jauh lebih banyak dijumpai pada laki-laki. Ciri pewarisan terpaut X resesif antara lain: ayah tidak pernah mewariskan sifat itu kepada anak laki-lakinya, anak perempuan dari ayah penderita pasti menjadi pembawa, dan anak laki-laki penderita biasanya lahir dari ibu pembawa yang normal.

Gen pada kromosom Y (gen holandrik) hanya diwariskan dari ayah kepada semua anak laki-lakinya. Berbeda dengan pautan seks, sifat yang dipengaruhi jenis kelamin dikendalikan gen autosom yang ekspresinya bergantung hormon kelamin. Contohnya kebotakan pola tertentu yang bersifat dominan pada laki-laki tetapi resesif pada perempuan.

Analisis silsilah

Pada manusia, pola pewarisan dipelajari melalui silsilah (pedigree). Laki-laki digambarkan dengan persegi, perempuan dengan lingkaran, dan individu penderita diarsir. Garis mendatar menghubungkan pasangan, dan garis menurun menghubungkan orang tua dengan anak-anaknya.

Silsilah keluarga dengan suatu kelainan genetik
Gambar 5.2 Silsilah keluarga dengan suatu kelainan genetik

5.5 Prinsip Hardy-Weinberg

Genetika populasi mempelajari frekuensi alel dalam suatu populasi. Bila suatu gen memiliki dua alel, A dengan frekuensi p dan a dengan frekuensi q, maka p + q = 1. Godfrey Hardy dan Wilhelm Weinberg (1908) secara terpisah menunjukkan bahwa frekuensi alel dan genotipe akan tetap dari generasi ke generasi, dengan frekuensi genotipe:

p² (AA) + 2pq (Aa) + q² (aa) = 1

Kesetimbangan ini hanya berlaku bila lima syarat terpenuhi: (1) tidak ada mutasi, (2) tidak ada aliran gen (migrasi), (3) populasi sangat besar sehingga tidak terjadi hanyutan genetik, (4) perkawinan berlangsung acak, dan (5) tidak ada seleksi alam. Di alam, syarat-syarat ini hampir tidak pernah terpenuhi sepenuhnya. Karena itu, prinsip Hardy-Weinberg dipakai sebagai patokan nol: bila frekuensi suatu populasi menyimpang dari harapan Hardy-Weinberg, berarti ada kekuatan evolusi yang bekerja.

Untuk gen terpaut X, laki-laki hanya memiliki satu alel, sehingga frekuensi fenotipe resesif pada laki-laki sama dengan q. Pada perempuan, frekuensi penderita adalah q² dan frekuensi pembawa 2pq. Jika 8% laki-laki buta warna, maka q = 0,08, perempuan buta warna hanya 0,64%, dan perempuan pembawa 14,72%.

Simulasi 5.2 Hardy-Weinberg, seleksi, dan hanyutan genetik

Simulasi memerlukan JavaScript.

5.6 Mekanisme evolusi

Dari Lamarck ke Darwin dan Wallace

Jean-Baptiste Lamarck (1809) berpendapat bahwa organ yang sering dipakai akan berkembang dan sifat yang diperoleh semasa hidup diwariskan, misalnya leher jerapah memanjang karena terus menjulur meraih daun. Gagasan pewarisan sifat yang diperoleh ini terbukti keliru: otot yang terlatih tidak mengubah DNA dalam sel kelamin.

Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace secara terpisah merumuskan teori seleksi alam. Intinya: (1) individu dalam populasi bervariasi; (2) sebagian variasi itu diwariskan; (3) individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup, sehingga terjadi persaingan; (4) individu dengan sifat yang paling sesuai dengan lingkungannya lebih berpeluang bertahan hidup dan bereproduksi; (5) akibatnya, sifat yang menguntungkan makin banyak dalam populasi dari generasi ke generasi.

Mekanisme perubahan frekuensi alel

Evolusi pada tingkat populasi adalah perubahan frekuensi alel dari generasi ke generasi. Penyebabnya adalah pelanggaran syarat Hardy-Weinberg.

  • Seleksi alam mengubah frekuensi alel secara tidak acak, berdasarkan kesesuaian fenotipe dengan lingkungan. Contoh klasiknya adalah ngengat Biston betularia di Inggris: pada masa revolusi industri, batang pohon menghitam oleh jelaga dan ngengat bersayap gelap menjadi jauh lebih banyak karena lebih sukar dilihat burung pemangsa. Contoh masa kini adalah bakteri yang kebal antibiotik dan hama yang kebal pestisida.
  • Hanyutan genetik (genetic drift) adalah perubahan frekuensi alel secara kebetulan, terutama pada populasi kecil. Efek leher botol terjadi ketika populasi menyusut drastis, misalnya gajah laut utara yang pernah tersisa sekitar 20 ekor akibat perburuan. Efek pendiri terjadi ketika populasi baru didirikan oleh sedikit individu, misalnya tingginya sindrom Ellis-van Creveld pada komunitas Amish di Amerika Serikat.
  • Aliran gen adalah perpindahan alel antarpopulasi melalui migrasi. Aliran gen membuat populasi-populasi menjadi lebih mirip satu sama lain.
  • Mutasi menambah alel baru, tetapi lajunya sangat rendah sehingga pengaruh langsungnya terhadap frekuensi alel kecil.
  • Perkawinan tidak acak, misalnya perkawinan sedarah, meningkatkan frekuensi homozigot tanpa mengubah frekuensi alel.

Tipe-tipe seleksi alam

Tiga tipe seleksi alam terhadap sifat yang bervariasi kontinu
Gambar 5.3 Tiga tipe seleksi alam terhadap sifat yang bervariasi kontinu
  • Seleksi terarah menguntungkan salah satu ujung sebaran, sehingga rerata sifat bergeser. Setelah kemarau panjang di Kepulauan Galápagos pada tahun 1977, burung finch berparuh besar lebih banyak bertahan hidup karena mampu memecah biji yang keras, dan rerata ukuran paruh pada generasi berikutnya meningkat.
  • Seleksi penstabil menguntungkan nilai tengah dan merugikan kedua ujung, misalnya berat lahir bayi manusia.
  • Seleksi disruptif menguntungkan kedua ujung dan merugikan nilai tengah, sehingga populasi dapat terbelah menjadi dua kelompok.

Seleksi seksual adalah seleksi berdasarkan keberhasilan memperoleh pasangan, yang menghasilkan ciri mencolok seperti bulu cendrawasih jantan. Keunggulan heterozigot juga dapat mempertahankan alel yang merugikan. Pembawa alel sel sabit (heterozigot) lebih tahan terhadap malaria, sehingga di daerah endemis malaria alel ini tetap bertahan walaupun homozigotnya menderita anemia berat.

Spesies dan spesiasi

Menurut konsep spesies biologi, spesies adalah kelompok populasi yang anggotanya dapat saling kawin di alam dan menghasilkan keturunan fertil. Spesies dipisahkan oleh mekanisme isolasi reproduksi.

Jenis isolasiBentukContoh
PrazigotikHabitatDua spesies hidup di habitat berbeda di daerah yang sama
PrazigotikTemporal (waktu)Dua spesies katak kawin pada musim yang berbeda
PrazigotikPerilakuTarian atau nyanyian kawin yang berbeda
PrazigotikMekanisBentuk alat kelamin atau bunga tidak cocok
PrazigotikGametSperma tidak dapat membuahi sel telur spesies lain
PascazigotikHibrida tidak bertahan hidupEmbrio hibrida mati sebelum dewasa
PascazigotikHibrida mandulBagal, hasil persilangan kuda dan keledai
PascazigotikKemunduran hibridaKeturunan generasi kedua hibrida lemah atau mandul

Spesiasi alopatrik terjadi ketika populasi terpisah secara geografis (oleh laut, gunung, atau sungai), lalu berevolusi secara terpisah hingga tidak dapat saling kawin lagi. Kepulauan Indonesia yang terpecah-pecah menjadi laboratorium alami spesiasi alopatrik; contohnya beragam spesies monyet Macaca yang endemik di Sulawesi. Spesiasi simpatrik terjadi tanpa pemisahan geografis, misalnya melalui poliploidi pada tumbuhan. Gandum roti adalah tumbuhan heksaploid (6n) hasil persilangan dan penggandaan kromosom tiga spesies leluhur.

Bukti-bukti evolusi

  • Fosil menunjukkan perubahan makhluk hidup dari waktu ke waktu, termasuk bentuk peralihan seperti Archaeopteryx (peralihan dinosaurus dan burung) dan Tiktaalik (peralihan ikan dan hewan darat).
  • Anatomi perbandingan. Organ homolog memiliki struktur dasar dan asal perkembangan yang sama, walaupun fungsinya berbeda (lengan manusia, sayap kelelawar, sirip paus); organ ini menunjukkan adanya leluhur bersama (evolusi divergen). Organ analog memiliki fungsi sama tetapi asal berbeda (sayap kelelawar dan sayap serangga), hasil evolusi konvergen. Organ vestigial adalah sisa organ yang fungsinya sudah sangat berkurang, seperti tulang ekor pada manusia.
  • Embriologi perbandingan: embrio vertebrata pada tahap awal memiliki celah faring dan ekor.
  • Biologi molekuler: makin dekat kekerabatan dua organisme, makin mirip urutan DNA dan proteinnya. Sitokrom c manusia identik dengan milik simpanse, tetapi berbeda 12 asam amino dengan milik kuda.
  • Biogeografi: sebaran makhluk hidup mengikuti sejarah geografis, seperti perbedaan fauna di kedua sisi Garis Wallace.

Uji pemahaman Bab 5

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Bunga pukul empat merah muda disilangkan dengan sesamanya. Nisbah fenotipe keturunannya adalah ....

2Suatu gen memiliki empat alel dalam populasi. Banyaknya genotipe yang mungkin adalah ....

3Seorang laki-laki buta warna menikah dengan perempuan pembawa. Peluang mereka memiliki anak perempuan yang buta warna adalah ....

4Persilangan uji AaBb × aabb menghasilkan 420 AaBb, 80 Aabb, 76 aaBb, dan 424 aabb. Jarak antara gen A dan B adalah ....

5Dalam suatu populasi yang berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg, frekuensi alel resesif 0,3. Persentase individu berfenotipe dominan adalah ....

6Sekelompok kecil burung terbawa badai ke sebuah pulau terpencil dan membentuk populasi baru yang frekuensi alelnya berbeda jauh dari populasi asal. Peristiwa ini merupakan contoh ....

7Bagal adalah hasil persilangan kuda betina dan keledai jantan. Bagal tumbuh sehat tetapi mandul. Mekanisme isolasi yang memisahkan kuda dan keledai adalah ....

8Sayap burung dan lengan manusia memiliki susunan tulang yang serupa walaupun fungsinya berbeda. Kedua struktur ini merupakan ....

Bab 6

Ekologi

7 subbab

Peta konsep Bab 6 Ekologi
Gambar 6.1 Peta konsep Bab 6 Ekologi

6.1 Ekosistem

Ekologi mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Ekologi mengkaji beberapa tingkat organisasi: individu; populasi (kumpulan individu satu spesies di tempat yang sama); komunitas (semua populasi berbagai spesies di suatu tempat); ekosistem (komunitas beserta lingkungan abiotiknya); dan biosfer (seluruh ekosistem di Bumi).

Ekosistem tersusun atas komponen biotik (produsen, konsumen, dan pengurai) dan komponen abiotik (cahaya, suhu, air, tanah, udara, dan unsur hara). Habitat adalah tempat suatu spesies hidup, sedangkan relung (niche) adalah peran dan cara hidup spesies itu dalam ekosistem, termasuk makanannya, waktu aktifnya, dan kondisi lingkungan yang dapat ditoleransinya.

Bioma dan ekosistem perairan

Bioma adalah ekosistem darat berskala besar yang ditentukan terutama oleh suhu dan curah hujan.

BiomaIklimCiri dan contoh
Hutan hujan tropisPanas dan lembap sepanjang tahunKeanekaragaman tertinggi, tajuk berlapis; Kalimantan, Sumatra, Papua
SabanaPanas dengan musim kemarau panjangPadang rumput dengan pohon jarang; Nusa Tenggara Timur
GurunSangat keringTumbuhan sukulen dan hewan aktif malam hari
Hutan gugurEmpat musimPohon menggugurkan daun pada musim dingin
TaigaDingin dengan musim panas singkatHutan pohon berdaun jarum
TundraSangat dingin, tanah membekuLumut, lumut kerak, semak kerdil

Indonesia juga memiliki ekosistem perairan yang sangat kaya. Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, yang melindungi pantai dari abrasi dan gelombang serta menjadi tempat pembesaran ikan dan udang. Perairan Indonesia termasuk dalam Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), kawasan dengan keanekaragaman karang tertinggi di dunia; perairan Raja Ampat merupakan salah satu pusatnya. Padang lamun di perairan dangkal menjadi makanan dugong dan penyu hijau.

6.2 Makanan dan hubungannya

Rantai dan jaring makanan

Rantai makanan menggambarkan perpindahan energi melalui peristiwa makan dan dimakan, misalnya padi → belalang → katak → ular → elang. Setiap tahap disebut tingkat trofik: produsen (tingkat 1), konsumen primer atau herbivor (tingkat 2), konsumen sekunder (tingkat 3), dan seterusnya. Di alam, rantai-rantai makanan saling berhubungan membentuk jaring makanan. Pengurai (bakteri dan jamur) menguraikan sisa makhluk hidup dari semua tingkat trofik dan mengembalikan unsur hara ke lingkungan.

Interaksi antarspesies

InteraksiSpesies 1Spesies 2Contoh
Kompetisi−−Padi dan gulma memperebutkan cahaya dan hara
Predasi+−Burung hantu memangsa tikus
Herbivori+−Ulat memakan daun
Parasitisme+−Cacing pita dalam usus manusia; benalu pada pohon
Mutualisme++Bunga dan lebah; jamur dan alga pada lumut kerak
Komensalisme+0Anggrek epifit yang menempel pada pohon
Amensalisme0−Jamur Penicillium menghasilkan zat yang menghambat bakteri

Menurut prinsip eksklusi kompetitif (Gause), dua spesies yang relungnya persis sama tidak dapat hidup berdampingan dalam jangka panjang; salah satunya akan tersingkir. Gause menunjukkannya dengan membiakkan dua spesies Paramecium dalam satu wadah. Di alam, spesies yang mirip dapat hidup berdampingan melalui pembagian sumber daya, misalnya lima spesies burung pengicau yang mencari makan di bagian tajuk pohon yang berbeda.

Beberapa spesies memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap komunitasnya walaupun jumlahnya sedikit. Spesies seperti ini disebut spesies kunci (keystone species). Ketika peneliti Robert Paine menyingkirkan bintang laut pemangsa dari suatu pantai berbatu, kerang menguasai batu dan keanekaragaman spesies di pantai itu justru menurun tajam.

Mangsa pun berevolusi untuk mempertahankan diri: kamuflase (belalang daun), warna peringatan (katak beracun), dan mimikri. Pada mimikri Bates, spesies yang tidak berbahaya meniru spesies berbahaya, misalnya lalat bunga yang bergaris seperti tawon. Pada mimikri Müller, beberapa spesies berbahaya memiliki pola peringatan yang serupa sehingga pemangsa lebih cepat belajar menghindarinya.

6.3 Aliran energi

Produktivitas

Hampir semua energi dalam ekosistem berasal dari cahaya matahari yang ditangkap produsen. Produktivitas primer kotor (PPK) adalah laju total energi yang difiksasi melalui fotosintesis. Sebagian energi itu dipakai produsen sendiri untuk respirasi (R). Sisanya, produktivitas primer bersih (PPB = PPK − R), menjadi biomassa yang tersedia bagi konsumen.

Efisiensi ekologis

Hanya sebagian kecil energi pada satu tingkat trofik yang berpindah ke tingkat berikutnya. Sebagian besar energi hilang sebagai panas dari respirasi, tidak dimakan, atau tidak dapat dicerna dan dibuang sebagai feses. Raymond Lindeman (1942) memperkirakan efisiensi rata-ratanya sekitar 10%. Karena energi berkurang drastis di setiap tingkat, rantai makanan jarang lebih panjang dari empat atau lima tingkat trofik, dan predator puncak selalu jauh lebih sedikit daripada mangsanya.

Piramida ekologi

Piramida energi dengan efisiensi transfer sekitar 10%
Gambar 6.2 Piramida energi dengan efisiensi transfer sekitar 10%

Struktur trofik digambarkan dengan tiga jenis piramida. Piramida energi selalu tegak, karena energi selalu berkurang di setiap tingkat. Piramida jumlah dapat terbalik, misalnya satu pohon besar dihuni ribuan ulat. Piramida biomassa juga dapat terbalik di lautan: biomassa fitoplankton pada suatu saat lebih kecil daripada biomassa zooplankton yang memakannya, karena fitoplankton tumbuh dan dimakan dengan sangat cepat.

Simulasi 6.1 Piramida energi

Simulasi memerlukan JavaScript.

Biomagnifikasi

Zat beracun yang sukar diuraikan dan larut dalam lemak, seperti pestisida DDT dan merkuri, tidak dibuang tubuh tetapi tertimbun. Ketika berpindah melalui rantai makanan, kadarnya meningkat pada setiap tingkat trofik. Peristiwa ini disebut biomagnifikasi. Akibatnya, predator puncak menanggung kadar racun tertinggi. Pada pertengahan abad ke-20, DDT menipiskan cangkang telur burung pemangsa sehingga populasinya anjlok.

6.4 Siklus biogeokimia

Berbeda dengan energi yang mengalir satu arah dan akhirnya hilang sebagai panas, materi di Bumi didaur ulang terus-menerus melalui siklus biogeokimia.

Siklus air dan siklus karbon

Air berputar melalui penguapan, transpirasi, kondensasi, presipitasi, aliran permukaan, dan peresapan ke dalam tanah. Hutan berperan besar karena transpirasi mengembalikan uap air ke atmosfer dan akar membantu air meresap ke tanah.

Karbon diambil dari atmosfer melalui fotosintesis dan dikembalikan melalui respirasi, penguraian, dan pembakaran. Sebagian karbon tersimpan lama dalam kayu, tanah, sedimen laut, gambut, serta bahan bakar fosil. Pembakaran bahan bakar fosil dan pembukaan hutan telah meningkatkan kadar CO₂ atmosfer dari sekitar 280 ppm sebelum revolusi industri menjadi lebih dari 420 ppm saat ini.

Siklus nitrogen

Nitrogen merupakan komponen protein dan asam nukleat. Walaupun sekitar 78% atmosfer adalah gas N₂, sebagian besar makhluk hidup tidak dapat memakainya secara langsung. Mikroorganisme memegang peran kunci dalam siklus nitrogen.

  1. Fiksasi nitrogen: N₂ diubah menjadi amonia (NH₃) oleh bakteri Rhizobium di bintil akar polong-polongan, bakteri tanah bebas seperti Azotobacter, dan sianobakteri. Petir dan industri pupuk juga memfiksasi nitrogen.
  2. Amonifikasi: pengurai mengubah nitrogen organik dari sisa makhluk hidup menjadi amonium (NH₄⁺).
  3. Nitrifikasi: dalam kondisi aerob, bakteri Nitrosomonas mengubah amonium menjadi nitrit (NO₂⁻), lalu Nitrobacter mengubah nitrit menjadi nitrat (NO₃⁻).
  4. Asimilasi: tumbuhan menyerap nitrat dan amonium untuk membuat protein, lalu nitrogen berpindah ke hewan melalui rantai makanan.
  5. Denitrifikasi: dalam kondisi anaerob, seperti tanah tergenang, bakteri denitrifikasi mengubah nitrat menjadi N₂ yang kembali ke atmosfer.
Siklus nitrogen dan mikroorganisme yang berperan
Gambar 6.3 Siklus nitrogen dan mikroorganisme yang berperan

Siklus fosfor

Siklus fosfor tidak memiliki tahap gas di atmosfer. Fosfor dilepaskan dari pelapukan batuan, diserap tumbuhan sebagai fosfat, berpindah melalui rantai makanan, lalu kembali ke tanah dan perairan. Sebagian fosfat mengendap di dasar laut dan baru kembali ke daratan setelah jutaan tahun melalui pengangkatan geologis. Karena siklusnya lambat, fosfor sering menjadi faktor pembatas di perairan tawar.

Limpasan pupuk yang kaya nitrat dan fosfat ke danau memicu eutrofikasi: alga tumbuh meledak, lalu mati dan diuraikan bakteri aerob yang menghabiskan oksigen terlarut, sehingga ikan mati massal.

6.5 Suksesi

Suksesi adalah perubahan komunitas secara bertahap dalam jangka waktu panjang.

  • Suksesi primer dimulai dari lahan yang benar-benar baru tanpa tanah dan tanpa kehidupan, misalnya aliran lava, batuan vulkanik, atau gumuk pasir baru. Organisme perintis seperti sianobakteri dan lumut kerak melapukkan batuan dan membentuk tanah tipis. Selanjutnya datang lumut dan paku, rumput, semak, lalu pepohonan.
  • Suksesi sekunder terjadi di lahan yang komunitasnya rusak tetapi tanahnya masih ada, misalnya bekas kebakaran, ladang yang ditinggalkan, atau hutan yang ditebang. Suksesi sekunder berlangsung jauh lebih cepat daripada suksesi primer karena tanah, biji, dan akar yang tersisa sudah tersedia.

Selama suksesi, tanah makin tebal dan subur, biomassa dan keanekaragaman spesies umumnya meningkat, dan komunitas berubah dari spesies yang tumbuh cepat dan menyukai cahaya ke spesies yang tumbuh lambat dan tahan naungan. Komunitas akhir yang relatif stabil disebut komunitas klimaks.

6.6 Struktur dan dinamika populasi

Ciri-ciri populasi

Kepadatan populasi adalah jumlah individu per satuan luas atau volume. Kepadatan bertambah karena kelahiran dan imigrasi, dan berkurang karena kematian dan emigrasi. Pola sebaran individu dapat mengelompok (paling umum, misalnya kawanan gajah), seragam (misalnya burung bersarang yang mempertahankan wilayahnya), atau acak (jarang, misalnya pohon yang bijinya disebarkan angin).

Struktur umur digambarkan dengan piramida penduduk. Piramida berdasar lebar menunjukkan populasi yang tumbuh cepat, piramida berbentuk hampir tegak lurus menunjukkan populasi yang stabil, dan piramida yang menyempit di bagian bawah menunjukkan populasi yang menyusut dan menua.

Kurva kesintasan menggambarkan jumlah individu yang masih hidup pada setiap umur.

Tiga tipe kurva kesintasan
Gambar 6.4 Tiga tipe kurva kesintasan
  • Tipe I (kurva X): kematian rendah pada usia muda dan tinggi pada usia tua; contohnya manusia dan gajah, yang memiliki sedikit anak tetapi merawatnya dengan baik.
  • Tipe II (kurva Y): peluang kematian relatif tetap sepanjang umur; contohnya banyak burung dan kadal.
  • Tipe III (kurva Z): kematian sangat tinggi pada usia muda, lalu sedikit yang bertahan hidup lama; contohnya tiram dan banyak ikan yang menghasilkan jutaan telur tanpa pengasuhan.

Pertumbuhan populasi

Bila sumber daya tidak terbatas, populasi tumbuh secara eksponensial: dN/dt = rN, dengan r adalah laju pertumbuhan per kapita. Grafiknya berbentuk huruf J. Di alam, sumber daya terbatas, sehingga pertumbuhan melambat ketika populasi mendekati daya dukung lingkungan (K). Model logistik menggambarkannya:

dN/dt = rN (K − N) / K

Grafiknya berbentuk huruf S (sigmoid). Laju pertambahan populasi paling besar terjadi ketika N = K/2. Prinsip ini dipakai dalam pengelolaan perikanan: penangkapan yang lestari dilakukan dengan menjaga populasi ikan sekitar setengah daya dukungnya.

Pertumbuhan populasi eksponensial dan logistik
Gambar 6.5 Pertumbuhan populasi eksponensial dan logistik

Simulasi 6.2 Pertumbuhan populasi

Simulasi memerlukan JavaScript.

Faktor yang membatasi pertumbuhan populasi dibedakan menjadi faktor bergantung kepadatan, yang pengaruhnya makin kuat ketika populasi makin padat (persaingan, pemangsaan, penyakit), dan faktor tidak bergantung kepadatan, yang pengaruhnya sama berapa pun kepadatannya (cuaca ekstrem, banjir, kebakaran).

Spesies dengan strategi r menghasilkan banyak keturunan kecil dengan sedikit pengasuhan dan unggul di lingkungan yang tidak stabil (misalnya serangga dan rumput liar). Spesies dengan strategi K menghasilkan sedikit keturunan dengan pengasuhan besar dan unggul di lingkungan yang stabil dan padat (misalnya gajah dan orangutan). Orangutan betina hanya melahirkan satu anak setiap 6 sampai 9 tahun, sehingga populasinya sangat lambat pulih bila diburu atau habitatnya rusak.

Memperkirakan ukuran populasi

Tumbuhan dan hewan yang tidak bergerak dihitung dengan metode kuadrat: individu dihitung pada beberapa petak contoh, lalu hasilnya dikalikan dengan luas seluruh daerah. Hewan yang bergerak diperkirakan dengan metode tangkap-tandai-tangkap ulang:

N = (M × C) ÷ R

dengan M adalah jumlah hewan yang ditandai pada penangkapan pertama, C jumlah hewan pada penangkapan kedua, dan R jumlah hewan bertanda pada penangkapan kedua.

6.7 Biosfer dan manusia

Keanekaragaman hayati Indonesia

Indonesia termasuk dalam 17 negara megabiodiversitas. Kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudra ini dihuni banyak spesies endemik, yaitu spesies yang hanya terdapat di daerah tertentu, seperti komodo, anoa, babirusa, dan orangutan tapanuli yang baru dideskripsikan sebagai spesies tersendiri pada tahun 2017. Keanekaragaman hayati dikaji pada tiga tingkat: keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem.

Ancaman terhadap biosfer

  • Kerusakan habitat: alih fungsi hutan menjadi perkebunan, permukiman, dan tambang merupakan ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati.
  • Perubahan iklim: peningkatan gas rumah kaca (CO₂, metana, dinitrogen oksida) menahan lebih banyak panas di atmosfer. Suhu laut yang meningkat membuat karang mengeluarkan alga simbionnya (zooxanthellae), sehingga karang memutih dan dapat mati (pemutihan karang).
  • Pencemaran: sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik, limbah industri, pestisida, dan eutrofikasi.
  • Spesies invasif dan eksploitasi berlebihan, seperti perburuan dan penangkapan ikan yang melampaui kemampuan pulih populasi.

Upaya pelestarian

Pelestarian in situ dilakukan di habitat aslinya, misalnya melalui taman nasional dan cagar alam: Taman Nasional Ujung Kulon untuk badak jawa dan Taman Nasional Komodo untuk komodo. Pelestarian ex situ dilakukan di luar habitat aslinya, misalnya kebun raya (Kebun Raya Bogor berdiri sejak 1817), kebun binatang, penangkaran, dan bank biji. Pembangunan berkelanjutan berusaha memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.

Uji pemahaman Bab 6

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Produktivitas primer kotor suatu padang rumput 20.000 kkal/m²/tahun, dan produsen memakai 8.000 kkal/m²/tahun untuk respirasi. Bila efisiensi transfer ke herbivor 10%, energi yang tersedia bagi herbivor adalah ....

2Di suatu perairan laut, biomassa fitoplankton pada saat pengukuran lebih kecil daripada biomassa zooplankton. Penjelasan yang tepat adalah ....

3Bakteri yang mengubah amonium menjadi nitrit dalam siklus nitrogen adalah ....

4Setelah bintang laut pemangsa disingkirkan dari suatu pantai berbatu, kerang menguasai seluruh permukaan batu dan keanekaragaman spesies menurun. Bintang laut tersebut berperan sebagai ....

5Sebuah ladang jagung ditinggalkan petaninya. Beberapa tahun kemudian, ladang itu ditumbuhi rumput, semak, lalu pohon-pohon muda. Pernyataan yang tepat adalah ....

6Populasi ikan di sebuah danau tumbuh mengikuti model logistik dengan daya dukung 8.000 ekor. Agar hasil tangkapan lestari maksimum, populasi sebaiknya dipertahankan sekitar ....

7Ikan salmon menghasilkan ribuan telur, tetapi sebagian besar anaknya mati sebelum dewasa. Pola kesintasan dan strategi hidupnya adalah ....

8Pestisida DDT disemprotkan pada sawah dengan kadar rendah. Organisme yang diperkirakan mengandung kadar DDT tertinggi dalam jaringannya adalah ....

Bab 7

Biosistematika

4 subbab

Peta konsep Bab 7 Biosistematika
Gambar 7.1 Peta konsep Bab 7 Biosistematika

7.1 Prinsip klasifikasi dan tata nama

Mengapa makhluk hidup diklasifikasikan?

Para ilmuwan telah memberi nama sekitar dua juta spesies, dan jutaan spesies lainnya diduga belum dikenal. Tanpa sistem pengelompokan, keanekaragaman ini mustahil dipelajari. Taksonomi adalah ilmu tentang penamaan, pendeskripsian, dan pengelompokan makhluk hidup, sedangkan sistematika mengkaji hubungan kekerabatan evolusioner di antara makhluk hidup. Klasifikasi modern berusaha mencerminkan sejarah evolusi, sehingga organisme yang dikelompokkan bersama memiliki leluhur bersama.

Hierarki takson

Makhluk hidup dikelompokkan ke dalam tingkatan takson. Makin rendah tingkatnya, makin sedikit anggotanya dan makin banyak persamaan ciri di antara anggota-anggotanya.

TaksonManusiaPadi
DomainEukaryaEukarya
KingdomAnimaliaPlantae
Filum atau divisiChordataSpermatophyta (Magnoliophyta)
KelasMammaliaMonocotyledoneae (Liliopsida)
OrdoPrimatesPoales
FamiliHominidaePoaceae
GenusHomoOryza
SpesiesHomo sapiensOryza sativa

Untuk tumbuhan dipakai istilah divisi, sedangkan untuk hewan dipakai filum.

Tata nama binomial

Carolus Linnaeus memperkenalkan tata nama binomial yang dipakai secara resmi untuk tumbuhan sejak 1753 dan untuk hewan sejak 1758. Aturannya:

  • Nama spesies terdiri atas dua kata dalam bahasa Latin atau yang dilatinkan. Kata pertama adalah nama genus, kata kedua adalah penunjuk spesies (epitet spesifik).
  • Nama genus diawali huruf kapital, sedangkan penunjuk spesies seluruhnya ditulis dengan huruf kecil, termasuk bila berasal dari nama orang atau tempat.
  • Nama ilmiah dicetak miring, atau digarisbawahi secara terpisah bila ditulis tangan.
  • Nama penemu atau pendeskripsi dapat ditambahkan di belakang tanpa dicetak miring, misalnya Oryza sativa L. (L. adalah singkatan Linnaeus).
  • Untuk subspesies atau varietas dipakai tiga kata, misalnya Pongo pygmaeus pygmaeus.

Nama ilmiah bersifat universal dan unik. "Kodok", "katak", dan "frog" dapat merujuk pada hewan yang berbeda di daerah yang berbeda, tetapi Duttaphrynus melanostictus selalu merujuk pada satu spesies kodok buduk yang sama di seluruh dunia.

Kunci determinasi

Kunci determinasi dikotomis adalah alat identifikasi yang berisi pasangan-pasangan pernyataan yang saling bertentangan. Pada setiap langkah, kita memilih satu pernyataan yang sesuai dengan organisme yang diamati, lalu mengikuti petunjuk ke langkah berikutnya sampai nama organisme ditemukan.

LangkahPernyataanArahan
1aTubuh berbulu atau berambutLanjut ke 2
1bTubuh tidak berbulu dan tidak berambutLanjut ke 3
2aTubuh berbulu dan memiliki sayapAves (burung)
2bTubuh berambut dan memiliki kelenjar susuMammalia
3aKulit bersisik kering, bernapas dengan paru-paru sejak menetasReptilia
3bKulit tidak bersisik keringLanjut ke 4
4aBernapas dengan insang seumur hidup, memiliki siripPisces (ikan)
4bKulit lembap dan berlendir, larva hidup di airAmphibia

Simulasi 7.1 Kunci determinasi interaktif

Simulasi memerlukan JavaScript.

7.2 Sistem klasifikasi

Sistem klasifikasi terus berkembang seiring kemajuan alat dan pengetahuan. Linnaeus membagi makhluk hidup menjadi dua kingdom, yaitu tumbuhan dan hewan. Setelah mikroskop berkembang, Ernst Haeckel menambahkan kingdom Protista. Pada tahun 1969, Robert Whittaker mengusulkan sistem lima kingdom: Monera (prokariota), Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia, yang terutama didasarkan pada tipe sel, jumlah sel, dan cara memperoleh makanan.

Pada tahun 1970-an, Carl Woese membandingkan urutan RNA ribosom berbagai organisme dan menemukan bahwa prokariota terdiri atas dua kelompok yang sangat berbeda. Pada tahun 1990, ia mengusulkan sistem tiga domain: Bacteria, Archaea, dan Eukarya. Kingdom Monera tidak lagi dipakai karena Archaea ternyata berkerabat lebih dekat dengan Eukarya daripada dengan Bacteria.

Pohon kehidupan sistem tiga domain
Gambar 7.2 Pohon kehidupan sistem tiga domain
CiriBacteriaArchaeaEukarya
Membran intiTidak adaTidak adaAda
Peptidoglikan pada dinding selAdaTidak adaTidak ada
Lipid membranRantai tidak bercabang, ikatan esterSebagian bercabang, ikatan eterRantai tidak bercabang, ikatan ester
RNA polimeraseSatu jenis, sederhanaBeberapa jenis, kompleksBeberapa jenis, kompleks
Asam amino awal sintesis proteinFormil-metioninMetioninMetionin
HistonTidak adaAda pada beberapa spesiesAda
Dihambat antibiotik streptomisinYaTidakTidak
Tumbuh di atas 100 °CTidakAda beberapa spesiesTidak

Banyak Archaea hidup di lingkungan ekstrem: sumber air panas (termofil), danau yang sangat asin (halofil), dan rawa atau usus hewan yang tanpa oksigen (metanogen, penghasil gas metana). Namun, Archaea juga ditemukan di laut, tanah, dan tubuh manusia.

7.3 Filogenetik dan kladistika

Membaca pohon filogenetik

Pohon filogenetik adalah diagram hipotesis tentang hubungan evolusi. Setiap titik percabangan (node) mewakili leluhur bersama dari semua garis keturunan di atasnya. Dua garis keturunan yang berasal dari titik percabangan yang sama dan paling dekat disebut kelompok saudara (sister group). Kedekatan kekerabatan ditentukan oleh seberapa baru leluhur bersamanya, bukan oleh letak taksa yang bersebelahan di ujung cabang. Sebuah pohon dapat diputar pada titik percabangannya tanpa mengubah hubungan kekerabatan yang digambarkan.

Karakter dan pengelompokan

Kladistika mengelompokkan organisme berdasarkan karakter turunan bersama (sinapomorfi), yaitu ciri baru yang muncul pada leluhur bersama suatu kelompok dan diwariskan kepada seluruh keturunannya. Karakter yang sudah ada sejak leluhur yang lebih tua (karakter leluhur atau plesiomorfi) tidak berguna untuk mengelompokkan, karena dimiliki juga oleh organisme di luar kelompok. Misalnya, tulang belakang berguna untuk menyatukan vertebrata, tetapi tidak berguna untuk membedakan mamalia dari reptil karena keduanya sama-sama memilikinya.

Persamaan yang tidak berasal dari leluhur bersama disebut homoplasi, misalnya sayap burung dan sayap kelelawar sebagai alat terbang yang muncul secara terpisah melalui evolusi konvergen. Homoplasi dapat menyesatkan pengelompokan, sehingga ahli sistematika menggunakan banyak karakter sekaligus, termasuk urutan DNA.

Jenis kelompokPengertianContoh
Monofiletik (klad)Satu leluhur beserta seluruh keturunannyaMammalia; Aves; kelompok burung dan buaya (Archosauria)
ParafiletikSatu leluhur beserta sebagian keturunannya"Reptilia" tradisional, karena tidak mencakup burung yang juga keturunan leluhur reptil
PolifiletikKelompok yang anggotanya berasal dari leluhur berbeda dan tidak mencakup leluhur bersamanya"Hewan berdarah panas" (burung dan mamalia)

Menyusun kladogram

Kladogram disusun dari matriks karakter. Langkah-langkahnya:

  1. Tentukan kelompok luar (outgroup), yaitu organisme yang berkerabat lebih jauh dan dianggap memiliki keadaan karakter leluhur.
  2. Untuk setiap karakter, tentukan keadaan turunannya (yang berbeda dari kelompok luar).
  3. Kelompokkan organisme berdasarkan karakter turunan yang dimiliki bersama; karakter yang dimiliki paling banyak organisme ditempatkan paling dekat dengan pangkal.
  4. Pilih susunan yang memerlukan perubahan karakter paling sedikit (prinsip parsimoni).
Kladogram vertebrata berdasarkan karakter turunan
Gambar 7.3 Kladogram vertebrata berdasarkan karakter turunan

Pohon filogenetik modern banyak disusun dari urutan DNA dan protein. Karena mutasi pada gen tertentu menumpuk dengan laju yang relatif tetap, jumlah perbedaan urutan dapat dipakai sebagai jam molekuler untuk memperkirakan kapan dua garis keturunan berpisah.

7.4 Ikhtisar keanekaragaman makhluk hidup

Protista dan jamur

Protista adalah eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, maupun jamur; kelompok ini sangat beragam dan tidak monofiletik. Protista mirip hewan (protozoa) meliputi Amoeba yang bergerak dengan kaki semu, Paramecium yang bergerak dengan silia, Trypanosoma yang berflagela, dan Plasmodium penyebab malaria yang tidak memiliki alat gerak. Protista mirip tumbuhan (alga) meliputi alga hijau, alga merah, alga cokelat, dan diatom. Indonesia termasuk produsen rumput laut terbesar di dunia; alga merah seperti Eucheuma dan Gracilaria dibudidayakan sebagai bahan karagenan dan agar-agar.

Fungi adalah eukariota heterotrof yang menyerap makanannya dan berdinding sel kitin.

KelompokCiri khasContoh
ZygomycotaHifa umumnya tidak bersekat; spora seksual berupa zigosporaRhizopus pada tempe
AscomycotaSpora seksual (askospora) terbentuk di dalam askusSaccharomyces (ragi), Penicillium, Aspergillus
BasidiomycotaSpora seksual (basidiospora) terbentuk pada basidiumJamur merang, jamur tiram, jamur kuping

Lumut kerak (lichen) adalah simbiosis mutualisme antara jamur dan alga atau sianobakteri. Lumut kerak sangat peka terhadap pencemaran udara sehingga dipakai sebagai bioindikator.

Tumbuhan

KelompokPembuluh angkutBijiCiri dan contoh
Lumut (Bryophyta)Tidak adaTidak adaGametofit dominan; lumut daun, lumut hati
Paku (Pteridophyta)AdaTidak adaSporofit dominan, spora pada sorus; paku sayur, Azolla
Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)AdaAda, tidak terbungkus daging buahPinus, pakis haji, melinjo
Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)AdaAda, terbungkus bakal buahBerbunga dan berbuah; padi, mangga, Rafflesia

Hewan

Filum-filum hewan dibedakan berdasarkan tingkat organisasi jaringan, simetri tubuh, jumlah lapisan lembaga, rongga tubuh, dan pola perkembangan embrio.

FilumCiri utamaContoh
PoriferaTubuh berpori, belum memiliki jaringan sejati, memiliki koanositSpons
CnidariaSimetri radial, dua lapisan lembaga, sel penyengat (knidosit)Ubur-ubur, anemon laut, karang
PlatyhelminthesTubuh pipih, simetri bilateral, tanpa rongga tubuh (aselomata)Planaria, cacing pita, cacing hati
NematodaTubuh gilig tidak bersegmen, rongga tubuh semu (pseudoselomata)Cacing gelang, cacing kremi
AnnelidaTubuh bersegmen, rongga tubuh sejati (selomata)Cacing tanah, lintah, cacing palolo
MolluscaTubuh lunak dengan mantel, sebagian bercangkangSiput, kerang, cumi-cumi
ArthropodaKaki beruas, rangka luar dari kitinSerangga, laba-laba, udang, kelabang
EchinodermataKulit berduri, simetri radial lima pada hewan dewasa, sistem pembuluh airBintang laut, bulu babi, teripang
ChordataNotokorda, tali saraf dorsal berongga, celah faring, ekor di belakang anusIkan, katak, ular, burung, manusia

Hewan bersimetri bilateral dengan tiga lapisan lembaga dibedakan lagi menjadi protostomia (blastopori berkembang menjadi mulut; misalnya Mollusca, Annelida, Arthropoda) dan deuterostomia (blastopori berkembang menjadi anus; misalnya Echinodermata dan Chordata). Karena itu, bintang laut sebenarnya berkerabat lebih dekat dengan manusia daripada dengan cumi-cumi.

Kelas vertebrataPenutup tubuhPernapasanJantungContoh di Indonesia
PiscesSisik atau kulit licinInsang2 ruangIkan arwana, hiu paus
AmphibiaKulit lembap berlendirInsang (larva), paru-paru dan kulit (dewasa)3 ruangKatak, sesilia
ReptiliaSisik keringParu-paru3 ruang (buaya 4 ruang)Komodo, penyu, ular sanca
AvesBuluParu-paru dengan kantong udara4 ruangCendrawasih, elang jawa, maleo
MammaliaRambutParu-paru4 ruangOrangutan, anoa, tarsius, dugong

Uji pemahaman Bab 7

Pilih satu jawaban; kunci dan pembahasan muncul setelah kamu menjawab.

1Penulisan nama ilmiah orangutan sumatra yang benar adalah ....

2Pernyataan yang tepat tentang hierarki takson adalah ....

3Suatu mikroorganisme hidup di sumber air panas bersuhu 105 °C, tidak memiliki membran inti, dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, dan membrannya mengandung lipid berikatan eter. Organisme ini termasuk domain ....

4Kelompok "ikan" yang mencakup hiu, tuna, dan ikan berparu, tetapi tidak mencakup hewan darat keturunan ikan berparu, merupakan kelompok ....

5Dalam penyusunan kladogram, karakter yang paling tepat dipakai untuk menyatukan kadal dan tikus dalam satu kelompok adalah ....

6Seekor hewan laut memiliki simetri radial lima pada fase dewasa, kulit berduri, dan sistem pembuluh air, serta blastoporinya berkembang menjadi anus. Hewan ini termasuk filum ....

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Bab 1 Biologi Sel

  1. A. Rasio L/V kubus = 6/sisi. Sel A: 6/2 = 3; sel B: 6/4 = 1,5. Jadi rasio sel A dua kali sel B. Volume sel B delapan kali dan luas permukaannya empat kali sel A.
  2. B. Retikulum endoplasma halus mengandung enzim detoksifikasi. Paparan alkohol dan obat yang berulang memicu perbanyakan RE halus di sel hati.
  3. C. ψ sel = −0,6 + 0,2 = −0,4 MPa, lebih rendah daripada air murni (0 MPa), sehingga air masuk ke sel. Dinding sel mencegah sel pecah.
  4. A. SGLT2 adalah kotranspor natrium-glukosa di tubulus ginjal. Bila dihambat, glukosa yang tersaring tidak diserap kembali dan dibuang bersama urine, sehingga kadar gula darah turun.
  5. D. Pengaruh yang dapat diatasi substrat berlebih adalah ciri inhibitor kompetitif yang bersaing menempati sisi aktif; Vmax tetap, Km meningkat.
  6. D. Sekitar 26–28 dari 30–32 ATP berasal dari fosforilasi oksidatif, yaitu pemanfaatan gradien proton oleh ATP sintase. Glikolisis dan siklus Krebs masing-masing hanya menghasilkan 2 ATP.
  7. A. Antikodon 3′-UAC-5′ berpasangan dengan kodon 5′-AUG-3′ yang menyandikan metionin. Opsi E keliru karena mRNA tidak mengandung timin.
  8. C. Meiosis I memisahkan kromosom homolog sehingga setiap sel menerima 23 kromosom, tetapi kromatid saudara belum berpisah. Kromatid baru berpisah pada meiosis II.

Bab 2 Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan

  1. D. Cahaya hijau paling sedikit diserap klorofil sehingga fotosintesis dan pelepasan O₂ di bagian itu paling rendah. Bakteri aerob berkumpul di daerah yang banyak O₂, yaitu yang disinari merah dan biru.
  2. B. Satu G3P memerlukan 3 CO₂, 9 ATP, dan 6 NADPH. Satu glukosa memerlukan dua G3P, sehingga dibutuhkan 6 CO₂, 18 ATP, dan 12 NADPH.
  3. B. Nanas adalah tumbuhan CAM. Siang hari stomata menutup, asam malat yang disimpan sejak malam dipecah untuk melepaskan CO₂, lalu CO₂ difiksasi rubisco dalam siklus Calvin.
  4. B. Saat kekeringan, kadar asam absisat (ABA) meningkat. ABA memicu keluarnya K⁺ dari sel penjaga, air keluar, sel penjaga mengempis, dan stomata menutup untuk menghemat air.
  5. B. Pita Kaspari menutup jalur apoplas sehingga zat harus melewati membran sel endodermis yang selektif. Bila rusak, zat dapat masuk ke xilem tanpa seleksi.
  6. D. Gejala pada daun muda menandakan kekurangan unsur yang tidak mobil, seperti besi. Kekurangan N, K, Mg, dan P menimbulkan gejala pertama pada daun tua karena unsur itu dapat dipindahkan ke daun muda.
  7. B. Kilatan merah di tengah malam memutus malam 14 jam menjadi dua malam pendek (7 jam) yang kurang dari panjang kritis, sehingga tumbuhan hari panjang berbunga. Kilatan merah jauh atau merah yang diikuti merah jauh tidak memutus malam.
  8. A. Pada Gymnospermae tidak terjadi pembuahan ganda. Cadangan makanan biji berasal dari gametofit betina yang haploid, sehingga jumlah kromosomnya 12.

Bab 3 Anatomi dan Fisiologi Hewan

  1. B. Ventrikel kiri memompa darah ke peredaran sistemik yang hambatannya besar sehingga memerlukan tekanan tinggi. Ventrikel kanan hanya memompa ke paru-paru yang dekat dan bertekanan rendah.
  2. B. CO berikatan dengan hemoglobin sekitar 200 kali lebih kuat daripada O₂, sehingga kapasitas pengangkutan O₂ turun dan hemoglobin sisanya enggan melepaskan O₂ ke jaringan.
  3. C. Pada kadar glukosa darah di atas sekitar 180 mg/dL, jumlah glukosa yang tersaring melebihi kapasitas penyerapan protein pembawa, sehingga sisanya terbuang bersama urine.
  4. C. Organofosfat menghambat asetilkolinesterase sehingga asetilkolin tidak diuraikan dan terus merangsang otot.
  5. D. Pita A sesuai dengan panjang filamen miosin yang tidak berubah. Pita I, zona H, dan jarak antargaris Z memendek karena aktin bergeser ke tengah sarkomer.
  6. C. Kortisol adalah hormon steroid yang larut lemak. Hormon ini menembus membran, berikatan dengan reseptor di dalam sel, lalu mengubah ekspresi gen; respons melalui sintesis protein baru berlangsung lebih lambat dan lebih lama.
  7. A. Plasma golongan A mengandung anti-B, sehingga pasien hanya dapat menerima eritrosit yang tidak memiliki antigen B, yaitu golongan A dan O.
  8. D. Serum antibisa berisi antibodi jadi yang dibuat hewan lain, sehingga korban memperoleh kekebalan pasif buatan yang bekerja segera tetapi tidak membentuk memori.

Bab 4 Etologi

  1. C. Penjelasan ultimat menyangkut nilai adaptif bagi reproduksi atau kelangsungan hidup. Opsi lainnya menjelaskan mekanisme atau perkembangan (proksimat).
  2. B. Kinesis adalah perubahan laju gerak yang tidak terarah sebagai respons terhadap intensitas rangsang. Taksis bersifat terarah langsung ke atau menjauhi rangsang.
  3. B. Respons mematuk adalah perilaku bawaan yang dipicu rangsang tanda berupa bintik merah. Model sederhana dengan ciri merah yang menonjol bahkan dapat memicu respons lebih kuat.
  4. C. Agresi diarahkan ke individu lain yang lebih aman untuk diserang daripada sumber konflik yang sebenarnya.
  5. A. Tikus belajar tata letak labirin tanpa imbalan langsung, dan hasil belajarnya baru tampak ketika diperlukan.
  6. A. Pekerja membantu kerabat yang membawa banyak gen yang sama, sehingga gen pekerja tetap diwariskan melalui kerabatnya.

Bab 5 Genetika dan Evolusi

  1. C. Merah muda adalah heterozigot (Mm) pada dominansi tidak sempurna. Mm × Mm menghasilkan MM (merah), Mm (merah muda), dan mm (putih) dengan nisbah 1 : 2 : 1.
  2. D. Banyaknya genotipe = n(n + 1)/2 = 4 × 5 / 2 = 10, terdiri atas 4 homozigot dan 6 heterozigot.
  3. C. XbY × XBXb. Peluang anak perempuan = 1/2; anak perempuan menerima Xb dari ayah dan berpeluang 1/2 menerima Xb dari ibu. Peluang anak perempuan buta warna = 1/2 × 1/2 = 1/4 dari seluruh anak.
  4. B. Tipe rekombinan adalah kelas yang sedikit: Aabb dan aaBb. FR = (80 + 76) ÷ 1.000 = 15,6%, setara dengan 15,6 cM.
  5. E. q = 0,3, sehingga q² = 0,09 (9% resesif). Individu berfenotipe dominan = 1 − 0,09 = 0,91, atau 91% (terdiri atas 49% AA dan 42% Aa).
  6. B. Populasi baru yang didirikan oleh sedikit individu dapat memiliki frekuensi alel yang berbeda dari populasi asal secara kebetulan. Ini adalah efek pendiri, salah satu bentuk hanyutan genetik.
  7. D. Pembuahan dapat terjadi dan hibridanya hidup, tetapi hibrida tidak dapat bereproduksi. Ini adalah isolasi pascazigotik berupa hibrida mandul.
  8. B. Struktur dasar dan asal perkembangan yang sama menunjukkan organ homolog dari leluhur bersama (evolusi divergen).

Bab 6 Ekologi

  1. B. Produktivitas primer bersih = 20.000 − 8.000 = 12.000 kkal/m²/tahun. Energi bagi herbivor = 12.000 × 10% = 1.200 kkal/m²/tahun.
  2. B. Fitoplankton bereproduksi sangat cepat sehingga produksinya per tahun tinggi walaupun biomassanya pada satu saat kecil. Piramida energi tetap tegak.
  3. C. Nitrosomonas mengubah amonium menjadi nitrit, lalu Nitrobacter mengubah nitrit menjadi nitrat. Rhizobium dan Azotobacter memfiksasi nitrogen, sedangkan Pseudomonas berperan dalam denitrifikasi.
  4. C. Bintang laut menekan populasi kerang yang merupakan pesaing dominan, sehingga spesies lain mendapat ruang. Spesies dengan pengaruh sebesar ini disebut spesies kunci.
  5. B. Lahan bekas ladang masih memiliki tanah, biji, dan akar, sehingga yang terjadi adalah suksesi sekunder yang berlangsung relatif cepat.
  6. C. Laju pertambahan populasi logistik paling besar pada N = K/2 = 4.000 ekor, sehingga jumlah ikan yang dapat dipanen tanpa menurunkan populasi juga paling besar.
  7. C. Kematian sangat tinggi pada usia muda dengan jumlah keturunan yang sangat banyak menunjukkan kurva tipe III dan strategi r.
  8. E. DDT larut lemak dan persisten sehingga mengalami biomagnifikasi; kadarnya tertinggi pada predator puncak, yaitu elang.

Bab 7 Biosistematika

  1. C. Nama genus diawali huruf kapital, penunjuk spesies ditulis dengan huruf kecil, dan keduanya dicetak miring.
  2. B. Takson yang lebih tinggi mencakup beberapa takson di bawahnya; satu ordo dapat terdiri atas beberapa famili. Makin rendah takson, makin banyak persamaan ciri anggotanya.
  3. B. Tidak adanya peptidoglikan, lipid berikatan eter, dan kemampuan hidup di atas 100 °C merupakan ciri Archaea. Monera bukan domain dan sudah tidak dipakai.
  4. B. Kelompok itu mencakup leluhur bersamanya tetapi tidak mencakup seluruh keturunannya (tetrapoda), sehingga bersifat parafiletik.
  5. D. Telur beramnion adalah karakter turunan yang dimiliki bersama kadal dan tikus, tetapi tidak dimiliki katak, hiu, dan lamprey. Tulang belakang dan rahang dimiliki kelompok yang lebih luas, sedangkan rambut hanya dimiliki tikus.
  6. C. Simetri radial lima, kulit berduri, sistem pembuluh air, dan perkembangan deuterostomia adalah ciri Echinodermata.

Glosarium

IstilahPengertian
AkuaporinProtein saluran pada membran yang mempercepat lewatnya air
AlelBentuk alternatif suatu gen pada lokus yang sama
Alel multipelKeadaan suatu gen yang memiliki lebih dari dua alel dalam populasi
AntibodiProtein yang dihasilkan sel plasma dan berikatan secara spesifik dengan antigen
AntigenZat yang dikenali sistem imun dan memicu respons imun
ApoplasJalur perpindahan air melalui dinding sel dan ruang antarsel
ATPAdenosin trifosfat, molekul pembawa energi siap pakai di dalam sel
Bersihan (clearance)Volume plasma yang dibersihkan ginjal dari suatu zat per menit
BiomagnifikasiPeningkatan kadar zat beracun persisten pada setiap tingkat trofik
CAMJalur fotosintesis dengan fiksasi CO₂ pada malam hari dan siklus Calvin pada siang hari
cDNADNA komplementer yang dibuat dari mRNA dengan transkriptase balik
Daya dukung (K)Ukuran populasi maksimum yang dapat ditopang lingkungan dalam jangka panjang
DenitrifikasiPengubahan nitrat menjadi gas nitrogen oleh bakteri dalam kondisi anaerob
Efek BohrPenurunan afinitas hemoglobin terhadap O₂ akibat peningkatan CO₂, H⁺, atau suhu
Efek pendiriHanyutan genetik pada populasi baru yang didirikan oleh sedikit individu
EndosimbiosisTeori asal-usul mitokondria dan kloroplas dari prokariota yang hidup di dalam sel inang
EndospermaJaringan cadangan makanan biji, triploid (3n) pada tumbuhan berbunga
EpistasisInteraksi gen ketika satu gen menutupi ekspresi gen lain
EtologiIlmu yang mempelajari perilaku hewan
EutrofikasiPengayaan unsur hara perairan yang memicu ledakan alga dan penurunan oksigen
FenotipeSifat yang tampak, hasil interaksi genotipe dan lingkungan
Fiksasi nitrogenPengubahan N₂ udara menjadi amonia oleh mikroorganisme tertentu
FitokromPigmen penerima cahaya merah dan merah jauh yang mengatur fotoperiodisme
FotorespirasiReaksi rubisco dengan O₂ yang melepaskan CO₂ dan memboroskan energi
Gen terpaut XGen yang terletak pada kromosom X
GenotipeSusunan alel yang dimiliki suatu individu
HabituasiBerkurangnya respons terhadap rangsang berulang yang tidak berbahaya
Hanyutan genetikPerubahan frekuensi alel secara kebetulan, terutama pada populasi kecil
HomeostasisKestabilan lingkungan internal tubuh
ImprintingBelajar pada periode kritis di awal kehidupan yang bersifat menetap
Inhibitor kompetitifPenghambat enzim yang bersaing dengan substrat menempati sisi aktif
Isolasi reproduksiMekanisme yang mencegah dua spesies saling kawin atau menghasilkan keturunan fertil
KemiosmosisPembentukan ATP dengan memanfaatkan aliran proton melalui ATP sintase
KladogramDiagram percabangan kekerabatan berdasarkan karakter turunan bersama
KodonUrutan tiga basa mRNA yang menyandikan satu asam amino atau sinyal berhenti
Kohesi-teganganTeori naiknya air di xilem karena tarikan transpirasi dan kohesi molekul air
Kurva kesintasanGrafik jumlah individu yang masih hidup pada berbagai umur
MeiosisPembelahan sel yang menghasilkan empat sel haploid yang berbeda secara genetik
MHCMolekul permukaan sel yang menyajikan antigen kepada sel T
MitosisPembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak identik
MonofiletikKelompok yang terdiri atas satu leluhur beserta seluruh keturunannya
MutasiPerubahan urutan DNA
NefronSatuan fungsional ginjal yang membentuk urine
NitrifikasiPengubahan amonium menjadi nitrit lalu nitrat oleh bakteri aerob
OsmosisDifusi air melalui membran selektif permeabel
ParafiletikKelompok yang terdiri atas satu leluhur beserta sebagian keturunannya
Pautan (linkage)Kecenderungan gen pada kromosom yang sama untuk diwariskan bersama
PCRTeknik penggandaan DNA melalui siklus denaturasi, penempelan primer, dan pemanjangan
Pindah silangPertukaran segmen antarkromatid homolog pada profase I meiosis
Pola aksi tetapRangkaian gerak bawaan yang dipicu rangsang tanda dan diselesaikan sampai tuntas
Potensial aksiPerubahan cepat potensial membran yang menjalar sepanjang akson
Potensial airUkuran kecenderungan air untuk berpindah, ψ = ψs + ψp
RelungPeran dan cara hidup suatu spesies dalam ekosistem
RubiscoEnzim yang mengikat CO₂ pada RuBP dalam siklus Calvin
SarkomerSatuan kontraksi otot di antara dua garis Z
Seleksi alamKelangsungan hidup dan reproduksi yang berbeda akibat perbedaan sifat yang diwariskan
Seleksi kerabatSeleksi yang menyukai perilaku menolong kerabat yang membawa gen yang sama
SimplasJalur perpindahan air melalui sitoplasma yang terhubung plasmodesmata
SinapomorfiKarakter turunan yang dimiliki bersama suatu kelompok
SinapsHubungan antara ujung akson dan sel berikutnya
Spesies kunciSpesies yang pengaruhnya terhadap komunitas jauh lebih besar daripada jumlahnya
SuksesiPerubahan komunitas secara bertahap dalam jangka panjang
TonisitasKemampuan larutan untuk mengubah volume sel berdasarkan zat terlarut yang tidak menembus membran
TranskripsiPenyalinan DNA menjadi RNA
TranslasiPenerjemahan urutan mRNA menjadi urutan asam amino
TranspirasiPenguapan air dari tumbuhan, terutama melalui stomata
Transpor aktifPemindahan zat melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi
VaksinSediaan antigen tidak berbahaya untuk membangun kekebalan aktif
Ventilasi alveolarVolume udara segar yang mencapai alveolus per menit

Daftar Pustaka

  • Alberts, B., Heald, R., Johnson, A., Morgan, D., Raff, M., Roberts, K., & Walter, P. (2022). Molecular Biology of the Cell (edisi ke-7). W. W. Norton & Company.
  • Begon, M., & Townsend, C. R. (2021). Ecology: From Individuals to Ecosystems (edisi ke-5). Wiley.
  • Futuyma, D. J., & Kirkpatrick, M. (2017). Evolution (edisi ke-4). Sinauer Associates.
  • Griffiths, A. J. F., Doebley, J., Peichel, C., & Wassarman, D. A. (2020). Introduction to Genetic Analysis (edisi ke-12). W. H. Freeman.
  • Hill, R. W., Wyse, G. A., & Anderson, M. (2016). Animal Physiology (edisi ke-4). Sinauer Associates.
  • Indonesia Scientific Society. (2026). Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) 2026: Silabus materi. Participant Dashboard, event.cbt-iss.or.id.
  • Rubenstein, D. R., & Alcock, J. (2019). Animal Behavior (edisi ke-11). Oxford University Press.
  • Simpson, M. G. (2019). Plant Systematics (edisi ke-3). Academic Press.
  • Taiz, L., Møller, I. M., Murphy, A., & Zeiger, E. (2022). Plant Physiology and Development (edisi ke-7). Oxford University Press.
  • Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Orr, R. B. (2020). Campbell Biology (edisi ke-12). Pearson.

Modul Belajar Mandiri OBI 2026, disusun oleh Tim DNA Edukasi berdasarkan silabus Olimpiade Biologi Indonesia 2026.

0 comments:

Post a Comment

Berilah Komentar dengan kritik dan saran anda untuk perbaikan blog ini. Berikan pula kesan anda dalam blog ini agar kami semangat. Jika anda suka, bagikan ke teman-teman anda agar mereka dapat merasakan.
NO SPAM AND SARA